Tak Ada yang Boleh Punya Senjata Nuklir

Tak Ada yang Boleh Punya Senjata Nuklir

2

Tak Ada yang Boleh Punya Senjata Nuklir

JENEWA – Negosiator utama nuklir Iran Saeed Jalili mengatakan semua bangsa harus memiliki hak atas teknologi nuklir yang bertujuan damai.

Dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, dia menegaskan bahwa Iran tidak akan melepaskan hak nuklirnya, dan mendesak kekuatan dunia untuk menghormati hak masing-masing negara untuk itu.

“Kami berkomitmen pada komitmen kami dalam kerangka NPT (Traktat Non-Proliferasi Nuklir), dan pada saat yang sama kita akan terus maju dan tetap berpegang pada hak-hak nuklir kami dalam kerangka NPT,” tegas Jalili setelah pembicaraan dengan enam kekuatan dunia membahas nuklir Iran, yang dikutip dari Press TV, Jumat (2/10/2009).

Jalili juga menegaskan bahwa dunia harus menyingkirkan semua hulu ledak nuklir, dan menambahkan bahwa Republik Islam meminta tidak ada negara yang memiliki persenjataan pemusnah massal.

“Tidak seorang pun boleh memiliki senjata nuklir,” kata Jalili.

Perunding utama Iran ini juga menegaskan bahwa harus ada keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Merujuk kepada perundingan dengan wakil dari P5+1, Jalili menambahkan, perundingan menciptakan kesempatan untuk menghapus kekhawatiran terhadap masalah ini.

“Kami telah memperluas pembicaraan. Pertemuan ini menciptakan kesempatan yang baik bagi kerja sama baru guna menghapus kekhawatiran internasional,” katanya.

Para wakil dari Iran dan enam kekuatan nuklir dunia mengakhiri pembicaraan di Jenewa pada Kamis kemarin dan sepakat untuk bertemu lagi sebelum akhir Oktober. Sebuah pertemuan di tingkat deputi juga direncanakan sebelum kedua belah pihak bertemu pada akhir bulan ini.

Jalili juga mengatakan bahwa Iran telah memenuhi semua kewajiban nuklir dan memberitahu Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengenai pabrik pengayaan uranium baru satu tahun lebih cepat dari jadwal.

Pada 21 September Iran menginformasikan kepada lembaga itu tengah membangun sebuah pabrik pengayaan di Fordu, selatan ibu kota Teheran. Pabrik itu akan digunakan sebagai fasilitas cadangan dari fasilitas pengayaan pertama di Natanz.

Jalili juga mengomentari sanksi pada Teheran atas kegiatan nuklirnya dan berkata, “negara-negara yang memberlakukan sanksi (kepada Republik Islam) akan menderita lebih dari Iran.

Tak Ada, Tak Ada kini, Tak Ada terkini, Tak Ada terbaru, Tak Ada baru, Tak Ada skandal, gambar Tak Ada, foto Tak Ada, video Tak Ada, biodata Tak Ada, biografi Tak Ada, sejarah Tak Ada, web Tak Ada, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita asia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita harian, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, asia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, harian, baru, macam-macam, Bf-1