Tag Archives: protes

Pendukung Zelaya Terus Melawan

9

Pendukung Zelaya Terus Melawan

TEGUCIGALPA, KOMPAS.com – Krisis politik dan ketegangan kian meningkat di Honduras setelah pendukung Presiden Honduras yang terguling, Manuel Zelaya, menyatakan akan terus menentang pemerintahan baru di negara itu. Penentangan dilakukan dengan memblokade jalan- jalan utama dan penyeberangan perbatasan guna menghalangi truk-truk pengangkut bahan bakar dan barang kebutuhan.

”Kami akan terus menentang secara damai meski ditindas,” kata Juan Barahona, salah seorang pemimpin protes, Selasa (7/7).

Saat Zelaya meninggalkan Nikaragua, setelah gagal mendarat dalam upaya kembali ke Honduras, sekitar 2.000 pendukungnya menggelar protes di dekat Istana Kepresidenan di ibu kota Honduras, Tegucigalpa. Mereka memprotes tewasnya dua rekan mereka saat terjadi bentrok dengan aparat keamanan di bandara menjelang kepulangan Zelaya, Senin.

Ke Washington

Upaya mengembalikan Zelaya ke jabatannya kini beralih ke Washington, AS. Zelaya akan bertemu Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Selasa waktu setempat.

Dalam konferensi pers di Managua, Nikaragua, Zelaya berharap bisa mendapat dukungan AS dalam upaya diplomatik mengembalikan dia ke kekuasaan. ”Besok kami harap bisa mendapat dukungan,” katanya sebelum meninggalkan Managua.

Pada saat yang sama, pemerintahan baru Honduras juga mengirimkan utusan ke Washington guna meyakinkan AS bahwa yang terjadi di Honduras adalah ”pergantian konstitusional” bukan kudeta. Presiden sementara Honduras Roberto Micheletti berharap Hillary akan membantu dialog untuk menyelesaikan krisis.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ian Kelly, mengatakan, AS fokus pada upaya dialog untuk mengembalikan Zelaya ke kekuasaan dan memulihkan tatanan demokratik.

Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, salah satu pilihan yang dipertimbangkan adalah kompromi antara Zelaya, Micheletti, dan militer Honduras. Zelaya diperbolehkan berkuasa selama sisa enam bulan masa jabatannya dengan kekuasaan terbatas. Sebagai imbalannya, Zelaya harus mencabut keinginan perubahan konstitusi yang memungkinkan dia maju kembali untuk periode berikutnya.

Warga Honduras terpecah mengenai kembalinya Zelaya. ”Kami akan protes sampai demokrasi kembali ke sini. Zelaya akan kembali dalam dua atau tiga hari,” kata Oscar Tabora, dosen.

”Tidak ada kudeta. Zelaya telah melanggar konstitusi selama bertahun-tahun. Persoalannya, Zelaya dilihat sebagai korban dan kami dilihat sebagai pihak yang jahat,” ujar Patricia Brown, yang menentang Zelaya.

Namun, kebanyakan warga Honduras hanya ingin kedamaian kembali ke negaranya. ”Kami hanya ingin bekerja dan kembali ke situasi normal,” kata Jose Rodriguez, sopir taksi.(ap/afp/reuters/fro)

Zelaya, Zelaya berita, Zelaya kini, Zelaya dunia, Zelaya Zelayaia, Zelaya malaysia, Zelaya melayu, Zelaya indon, Zelaya indonesia, Zelaya kl, Zelaya foto, Zelaya gambar, Zelaya terkini, Zelaya web, Zelaya harian, Zelaya baru, Zelaya bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Zelayaia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik

Etnis Han dan Uyghur Saling Berunjuk Rasa

1

Polisi China di Kota Urumqi bersiap menghadang para demonstran

Etnis Han dan Uyghur Saling Berunjuk Rasa

VIVAnews – Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan warga etnis Han yang memenuhi jalanan di Urumqi, provinsi Xinjiang, Selasa siang 7 Juli 2009. Penduduk Han ini menyusuri jalanan sambil membawa tongkat dan merusak toko-toko yang dimiliki kelompok Muslim dari etnis Uyghur.

Polisi meminta para pengunjuk rasa Han ini menghentikan aksinya. Namun dua kelompok lain bergabung dengan 300 orang yang telah memenuhi jalan Jiefang Nan. Polisi menduga kelompok ini bergerak menuju Grand Bazaar, basis masyarakat Muslim di Urumqi.

Sebelumnya, sekitar 200 orang warga Uyghur berunjuk rasa menuntut pembebasan keluarga mereka yang ditahan setelah aksi protes Minggu (5/7) berakhir rusuh. Setidaknya 156 orang tewas dan lebih dari 800 orang terluka. Polisi telah menangkap 1.434 tersangka berkaitan dengan kejadian ini.

Para pengunjuk rasa Uyghur yang didominasi perempuan ini mengatakan polisi mendatangi permukiman mereka untuk menelanjangi dan memeriksa para pria. “Suami saya diperiksa dan ditahan bersama 300 orang lainnya,” kata seorang pengunjuk rasa, Aynir.

Kekerasan dan protes ini membuat hubungan antara etnis minoritas Uyghur dengan etnik Han di Xinjiang memanas. Kawasan Otonomi Xinjiang merupakan daerah strategis yang berbatasan dengan Rusia, Pakistan, Afghanistan, dan beberapa negara lainnya. Wilayah ini merupakan salah satu provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi berkat industri minyak dan gas. (AP)

Etnis Han, Etnis Han berita, Etnis Han kini, Etnis Han dunia, Etnis Han Etnis Hania, Etnis Han malaysia, Etnis Han melayu, Etnis Han indon, Etnis Han indonesia, Etnis Han kl, Etnis Han foto, Etnis Han gambar, Etnis Han terkini, Etnis Han web, Etnis Han harian, Etnis Han baru, Etnis Han bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Etnis Hania, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik

Pemimpin Uighur di Pengasingan Tolak Tuduhan China

3

Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Jalan Dawannanlu, Urumqi, Xinjiang UygurAutonomous Region, China, Minggu (5/7), dalam foto yang dirilis oleh kantor berita resmi China Xinhua. Kekerasan yang terjadi di Urumqi, pada Minggu (5/7) (ANTARA/REUTERS/Xinhua-Shen Qiao)

Pemimpin Uighur di Pengasingan Tolak Tuduhan China

Washington (ANTARA News/Reuters) – Perempuan pengusaha Uighur di pengasingan yang juga aktivis Rebiya Kadeer, Senin, menolak tuduhan pemerintah China bahwa dia berada di belakang kerusuhan yang berkecamuk di provinsi barat daya China, Xinjiang, di mana 156 orang dilaporkan tewas.

Media massa pemerintah China mengutip sejumlah pejabat yang tak disebutkan namanya, menyalahkan Kongres Uyghur Sedunia pimpinan Kadeer telah melakukan kekerasan, menyusul demonstrasi suku minoritas Uighur di jalan-jalan ibukota provinsi Urumqi, Minggu, dengan membakar serta melempari kendaraan-kendaraan dan toko-tokok, disamping juga bentrok dengan polisi.

“Tuduhan itu sama sekali keliru. Saya tidak mengorganisasikan protes apapun atau menyerukan rakyat untuk berdemonstrasi,” kata Kadeer melalui seorang penerjemahnya di Washington.

Kepada wartawan, Kadeer mengatakan bahwa dia hanya meminta saudara lelakinya untuk mengingatkan 40 sanak keluarga mereka di kawasan agar menjauhi demonstrasi.

“Seruan saya kepada saudara saya itu itu berarti saya mengorganisasikan seluruh peristiwa itu,” katanya.

Perempuan pengusaha berusia 62 tahun dan ibu dari 11 anak ini, berada di pengasingannya di Amerika Serikat sejak 2005, setelah bertahun-tahun di penjara dan dituduh melakukan kegiatan separatisme.

Kadeer mengatakan ada lima anak dan sembilan cucunya yang berada di Xinjiang, termasuk dua anak puteranya. Semua sanak keluarganya ini mengalami pengawasan yang amat ketat dan Kadeer menyerukan saudara lelakinya agar mereka berpencar guna mengindari tindakan lebih keras dari pemerintah.

Kadeer, yang pernah digadang-gadangkan sebagai pengusaha minoritas sukses sehingga disebut-sebut akan menjadi anggota lembaga konsultatif pada parlemen China sebelum kemudian berbenturan dengan Beijing, menyebut protes massa di Urumqi itu mulanya berlangsung damai sebagai unjuk reaksi mereka atas menjawab kematian dua buruh pabrik etnis Uighur di selatan China, bulan lalu.

“Mereka tidak melakukan kekerasan sebagaimana dituduhkan pemerintah China. Mereka bukan perusuh atau separatis,” katanya.

Ketika ditanya mengapa dia disalahkan atas percekcokan in, Kadeer menyamakan situasi yang sedang dihadapinya dengan keadaan yang dihadapi pemimpin spiritual Tibet di pengasingan, Dalai Lama. Protes dengan kekerasan merebak di Tiibet pada awal 2008.

“Apapun yang terjadi di Tibet, pihak berwenang China dengan cepat menuduh Yang Mulia Dalai Lama sebagai sumber kekacauan dan penghasut untuk semua masalah yang terjadi di Tibet, dan kejadian seperti itu berlaku terhadap saya,” kata Kadeer. (*)

China, China berita, China kini, China dunia, China asia, China malaysia, China melayu, China indon, China indonesia, China kl, China foto, China gambar, China terkini, China web, China harian, China baru, China bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita asia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik