Suku Bunga Inggris 0,5% hingga 2010

Suku Bunga Inggris 0,5% hingga 2010

9

Suku Bunga Inggris 0,5% hingga 2010

LONDON – Pusat Riset Ekonomi dan Bisnis (CEBR) meramalkan Bank Sentral Inggris (BOE) akan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,5 persen hingga 2010.

Sementara biaya pinjaman tetap di bawah dua persen hingga 2014. “Ramalan berdasarkan pada asumsi bahwa Pemerintah Inggris yang baru akan membutuhkan aksi fiskal berupa kenaikan pajak sekitar 100 miliar pound dan revisi pengurangan defisit anggaran belanja,” kata CEBR dalam laporan Prospek Inggris. “Jika pemerintahan baru dimenangkan kubu konservatif, kenaikan pajak diramalkan sekitar 20 miliar pound dan pemotongan anggaran belanja senilai 80 miliar pound,” tambah CEBR.

Beberapa pihak memproyeksikan, Partai Konservatif akan mengalahkan Partai Buruh yang berkuasa saat ini dalam pemilu di pertengahan 2010. Minggu lalu BOE mempertahankan suku bunga acuan di 0,5 persen walaupun terdapat sinyal perbaikan ekonomi Inggris dari resesi. BOE juga melanjutkan kebijakan uang longgar (QE) program yaitu menerbitkan 175 miliar pound (194 miliar euro/USD287 miliar) uang baru. Kemarin CEBR meramalkan BOE meningkatkan program QE dengan penerbitan uang tambahan senilai 75 miliar pound.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan program pembelian aset. Bawah kebijakan QE, BoE menerbitkan uang baru untuk membeli obligasi dari institusi komersial untuk mendorong kucuran pinjaman pada ekonomi Inggris. CEBR juga memproyeksi berlanjutnya pelemahan nilai tukar Inggris. Pound diramalkan akan turun menjadi USD1,4 dan kemungkinan di bawah satu euro. BOE menurunkan biaya pinjaman Maret pada level terendah sepanjang sejarah dan mengeluarkan kebijakan QE untuk mengeluarkan Inggris dari resesi.

Perekonomian Inggris menyusut 0,6 persen pada kuartal II/2009 dibandingkan tiga bulan pertama 2009. Kinerja ini lebih baik dari ramalan ekonom yang memprediksi terjadi kontraksi 0,7 persen. Sementara angka pengangguran terus melonjak.

Privatiasi 16 Miliar Pound

Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown kemarin mengumumkan penjualan aset negara senilai 16 miliar pound. Hasil penjualan aset akan digunakan untuk mengurangi utang negara dan membantu ekonomi Inggris keluar dari resesi. “Kami akan menjual beberapa aset untuk mengurangi tekanan isu utang. Nilainya 16 miliar pound akan dijual selama dua tahun,” kata Brown kemarin.

“Kami memiliki daftar aset. Kami akan tawarkan ke pasar pada periode mendatang.” “Aset yang dijual termasuk pinjaman buku bagi pelajar, jaringan kereta api Channel Tunnel, termasuk Urenco. Berikutnya Tote dan fasilitas lain. Portofolio properti yang akan dijual segera diumumkan,” kata Brown. Serangkaian rencana pelepasan aset akan dilakukan Pemerintah Inggris, termasuk 33 persen saham di konsorsium uranium Eropa, Urenco, dan Tote (judi pacuan kuda). Penjualan dua entitas ini diprediksi akan menghasilkan dana 16 miliar pound.

Defisit anggaran belanja Inggris menggelembung akibat program bailout mahal dari sektor perbankan yang bermasalah.Ekonom meramalkan defisit anggaran belanja akan meningkat 175 miliar pound tahun ini akibat resesi dan pemangkasan pajak.

Suku, Suku kini, Suku terkini, Suku terbaru, Suku baru, Suku Suku, gambar Suku, foto Suku, video Suku, biodata Suku, biografi Suku, sejarah Suku, web Suku, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita Sukuia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita Sukuan, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, Sukuia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Sukuan, baru, macam-macam, Bf-1