Resesi Ekonomi AS Berakhir

Resesi Ekonomi AS Berakhir

9

Resesi Ekonomi AS Berakhir

WASHINGTON – Survei National Association for Business Economic (NABE) menyatakan, resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) berakhir, namun masih dipengaruhi lemahnya belanja rumah tangga dan pengangguran.

Survei yang melibatkan proyeksi 44 profesional yang dirilis Senin (12/10/2009) memaparkan, sebanyak 80 persen responden meyakini perekonomian akan tumbuh kembali setelah penurunan empat kuartal berturut-turut. “Resesi besar sudah selesai,” kata Presiden NABE Lynn Reaser. “Mayoritas ekonom bisnis yakin resesi berakhir,tapi pemulihan diprediksi moderat dengan pertimbangan melihat penurunan yang terjadi.” Survei NABE dilakukan pada 2- 24 September itu memprediksi terjadi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil tahunan sebesar 2,9 persen pada paruh kedua tahun ini.

Sedangkan produksi keseluruhan 2009 diramalkan berkontraksi 2,5 persen sebelum rebound 2,6 persen pada tahun depan. Resesi di AS ditandai oleh Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) yang menyatakan sektor swasta, yang tidak mendefinisikan resesi sebagai penurunan PDB dua kuartal berturut-turut,sering terlambat mengambil keputusan.Resesi yang dimulai pada Desember 2007 adalah terpanjang dan terdalam sejak tahun “Depresi Besar” di 1930-an.

Kondisi tersebut dipicu ambruknya pasar perumahan AS dan berujung pada krisis kredit global. Meskipun ekonomi diyakini pulih pada kuartal ketiga,para analis percaya bahwa warga AS tidak melihat perbedaan kondisi karena pengangguran akan tetap tinggi hingga 2010 sehingga konsumen menahan diri untuk berbelanja. “Kami tidak mengharapkan ekonomi AS jatuh menuju kedalaman ganda. Kali ini, konsumen akan enggan berbelanja,” kata ekonom senior di Capital Economics Paul Ashworth.

Sebagian kalangan menilai pemulihan didorong oleh kegiatan pengusaha untuk membangun kembali inventori sebab saat resesi banyak pengusaha mengurangi stok yang tidak diinginkan– barang tidak laku–akibat penyesuaian atas lemahnya permintaan.

Harga Rumah Terendah

Di bagian lain, responden menyatakan, sektor perumahan AS dianggap masih bisa tumbuh jika dibarengi investasi.Mayoritas responden survei yakin bahwa penurunan pasar perumahan, yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, segera berakhir. Sekitar dua pertiga responden mempercayai harga properti di AS akan mencapai titik terendah tahun ini. Survei menemukan bahwa lonjakan harga rumah tidak menjadi ancaman bagi pemulihan sektor properti.

Survei itu juga meramalkan bahwa tingkat pengangguran akan naik menjadi 10% pada kuartal pertama 2010 dan turun menjadi 9,5 persen pada akhir tahun.Pasar tenaga kerja belum akan berada pada posisi sebelum resesi hingga 2012 atau lebih. Pasar tenaga kerja yang lemah akan terus membebani pengeluaran konsumen, memperlambat pemulihan. Pengangguran rata-rata akan naik menjadi 9,8 persen pada September – tertinggi dalam 26 tahun- dibandingkan Agustus di level 9,7 persen. Menurut survei NABE, pasar tenaga kerja akan mengendur dan kenaikan gaji juga melemah.Artinya, inflasi tidak akan menjadi hambatan bagi pemulihan ekonomi dan Bank Sentral AS (The Fed) tidak menaikkan suku bunga acuan.

“Dengan meningkatkan pasar kredit, perekonomian AS dapat kembali ke pertumbuhan yang solid tahun depan tanpa khawatir ancaman lonjakan inflasi,” kata Reaser. NABE menambahkan,The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pinjaman overnight pada level mendekati nol sampai akhir musim semi mendatang. Ini akan diikuti oleh kebijakan menaikkan suku bunga acuan pada level 1% di akhir 2010. Meskipun ada tanda-tanda perbaikan di pasar keuangan, sebagian besar responden percaya bahwa ekonomi AS butuh waktu untuk kembali normal.Hanya 29% yakin pemulihan terjadi pada semester kedua tahun depan.

Responden juga mengharapkan tahun ini terjadi pelemahan nilai tukar dolar AS lanjutan. Responden juga percaya pelemahan dolar tidak akan berdampak pada penurunan defisit neraca perdagangan karena stimulasi ekonomi merangsang permintaan atas barang-barang impor. Nilai dolar telah turun sekitar 5,8% dibandingkan mata uang tahun ini.Penyebabnya,investor mengkhawatirkan pertumbuhan defisit anggaran belanja.

Berikutnya, Fed diprediksi mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat superrendah untuk sementara waktu.

Resesi, Resesi kini, Resesi terkini, Resesi terbaru, Resesi baru, Resesi Resesi, gambar Resesi, foto Resesi, video Resesi, biodata Resesi, biografi Resesi, sejarah Resesi, web Resesi, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita Resesiia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita Resesian, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, Resesiia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Resesian, baru, macam-macam, Bf-1