Obama Memuji Putin

Obama Memuji Putin

10

Obama Memuji Putin

MOSKWA, KOMPAS.com – Untuk pertama kali, Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertemu Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. Kendati terlihat canggung, pertemuan keduanya pada Selasa (7/7) di Nova Ogaryovo, pinggiran Moskwa, bertabur pujian dan harapan.

”Saya sadar tidak saja kerja luar biasa yang telah Anda kerjakan atas nama rakyat Rusia dalam peran Anda sebagai perdana ment… eh, presiden, tetapi juga peran Anda sekarang sebagai perdana menteri,” kata Obama.

Putin mengatakan, ada periode kelabu dan konfrontasi dalam hubungan AS-Rusia. Akan tetapi, dia menambahkan, ”Kami mengaitkan nama Anda dengan harapan atas perkembangan hubungan (negara) kita.”

Pertemuan tersebut dibayangi pernyataan Obama pada pekan lalu yang mengkritik Putin. Obama menyebut salah satu kaki Putin masih tertinggal di masa lalu, yaitu masa Perang Dingin.

Obama mengakui, AS dan Rusia tidak akan setuju dalam segala hal. ”Namun, kita memiliki cara konsultasi yang akan membantu rakyat Rusia dan Amerika.”

Pertemuan berlangsung selama dua jam, satu jam lebih lama dari yang dijadwalkan. Baik pembantu Putin maupun pembantu Obama menilai pertemuan tersebut berjalan baik.

Sehari sebelumnya, Obama bertemu Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan menandatangani sejumlah kesepakatan, termasuk traktat baru tentang pengurangan senjata nuklir.

Jembatan

Setelah bertemu Putin, Obama mencoba menjembatani perbedaan dengan generasi baru Rusia dalam pidato di New Economic School. Dia menyampaikan visi tentang dunia yang lebih aman karena hubungan Kremlin dan Washington yang lebih dekat.

”Untuk memulai, biar saya perjelas, Amerika ingin Rusia yang kuat, damai, dan sejahtera. Keyakinan ini berakar pada rasa hormat kami kepada rakyat Rusia dan sejarah bersama antara bangsa kita yang melampaui persaingan. Di samping persaingan pada masa lalu, rakyat kita bersekutu dalam perjuangan terbesar pada abad lalu,” ujar Obama.

”Ada pandangan abad ke-20 bahwa Amerika Serikat dan Rusia ditakdirkan untuk berlawanan dan bahwa Rusia yang kuat atau Amerika yang kuat hanya bisa menonjol dengan bertentangan,” lanjutnya.

Asumsi itu, kata Obama, salah. Pada masa kini, kekuatan besar tidak memperlihatkan kekuatan dengan mendominasi negara lain. ”Itulah sebabnya, saya menyerukan ’susun ulang’ dalam hubungan AS dan Rusia. Ini harus menjadi upaya berkelanjutan di antara rakyat Amerika dan Rusia,” katanya.

Mahasiswa di New Economic School duduk tenang dan hanya bertepuk tangan saat pidato selama 31 menit itu selesai. Sebagai perbandingan, saat Obama berpidato di Praha pada April dan di Kairo pada Juni, dia berulang kali disambut tepuk tangan hadirin.

Pidato di Moskwa itu juga tidak disiarkan langsung stasiun televisi utama Rusia. Hanya sebuah saluran berita di televisi kabel yang jarang dilihat yang menyiarkan pidato itu.

Setelah berpidato, Obama dijadwalkan bertemu mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Dia juga akan bertemu kembali dengan Medvedev yang hadir dalam pertemuan puncak kalangan bisnis serta bertemu tokoh masyarakat dari kedua negara. (ap/afp/reuters/fro)

Obama, Obama berita, Obama kini, Obama dunia, Obama Obamaia, Obama malaysia, Obama melayu, Obama indon, Obama indonesia, Obama kl, Obama foto, Obama gambar, Obama terkini, Obama web, Obama harian, Obama baru, Obama bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Obamaia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik