Manila Lumpuh, 51 Tewas

Manila Lumpuh, 51 Tewas

ckC77kFQtw

Manila Lumpuh, 51 Tewas

MANILA – Korban tewas akibat badai Ketsana di Filipina semakin bertambah. Sedikitnya 51 orang tewas dan hampir 280.000 orang harus mengungsi karena badai tersebut.

Hujan yang terus turun selama 12 jam tanpa henti kemarin membuat Manila seperti lautan air. Ibukota Filipina itu terendam air dengan ketinggian 6 meter hingga memaksa puluhan ribu penduduk mengungsi. Pemerintah setempat memperkirakan 80 persen dari wilayah Manila terendam air dan membuat roda ekonomi lumpuh total. Menteri Pertahanan Nasional yang juga Kepala Dewan Koordinasi Bencana Nasional Gilberto Teodoro mengatakan lebih dari 3.690 orang diselamatkan dengan menggunakan perahu, sementara 5.000 dievakuasi tanpa perahu.

Selain di Manila, sekitar 41.205 orang di sekitar wilayah kota itu juga diungsikan ke 92 tempat evakuasi. Teodoro memperkirakan lebih 280.000 orang yang tinggal di Manila serta lima provinsi lain sudah mengungsi sejak badai Ketsana mengamuk. Besarnya jumlah korban membuat pemerintah menetapkan status darurat di Manila serta 25 provinsi lain.

“Kita masih melanjutkan operasi penyelamatan bagi mereka yang masih sangat membutuhkan. Masih banyak operasi penyelamatan yang harus dilakukan karena jumlah korban sangat banyak,” jelas Teodoro Untuk mempercepat evakuasi, Pemerintah Filipina sudah mengerahkan ribuan tentara. Mereka menggunakan perahu serta helikopter untuk menolong korban. Tayangan televisi memperlihatkan bagaimana keluarga-keluarga yang terperangkap dalam banjir menunggu pertolongan di atas atap rumah.

Mereka dikhawatirkan kekurangan makanan dan minuman air bersih. Ribuan penduduk Filipina yang mengungsi dengan berjalan kaki harus berjuang keras karena ketinggian air mencapai sepinggang. Tayangan televisi juga memperlihatkan bagaimana jalan-jalan utama di Manila dan kota-kota lain berubah menjadi sungai. Puluhan mobil dan kendaraan lain terbawa arus banjir dan membuat misi penyelamatan terhambat.
“Jika Anda memutuskan untuk menunggu bantuan di atas atap rumah jangan pergi. Tetaplah di sana karena kami akan menyelamatkan Anda,” paparnya.

Akibat banjir bandang, beberapa daerah di Filipina terisolasi karena jalur komunikasi dan listrik mati. Banyak dari mereka yang kemudian menggunakan stasiun radio untuk meminta bantuan. Badai Ketsana yang melaju dengan kecepatan 85 km per jam dan memiliki kekuatan embusan sebesar 100 km per jam sudah menghantam Filipina empat hari lebih. Selain mengakibatkan kerusakan sangat besar, badai ini tercatat sebagai bencana terburuk yang menimpa Manila sejak 42 tahun terakhir.

Kepala Badan Meteorologi Prisco Nilo menyalahkan pemanasan global sebagai penyebab perubahan iklim ekstrem hingga datang bencana alam seperti badai topan. Dia berharap kondisi Manila akan jauh lebih baik saat badai Ketsana berhenti hari ini. “Jumlah curah hujan selama sembilan hari kemarin melebihi rata-rata curah hujan bulanan,” tutur Nilo. Selama sembilan hari terakhir, jumlah curah hujan mencapai 410,6 mm. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 1967.

Saat itu curah hujan mencapai angka 334 mm. Berdasarkan perkiraan cuaca, badai tropis Ketsana akan menjauh dari Filipina dan melintasi daerah pantai Pulau Hainan, China, selama sehari dari 29 September siang hingga 30 siang hari. Namun, badai ini juga bisa berubah arah mendekati pesisir Vietnam dengan melintasi pantai bagian selatan Pulau Hainan.

Manila, Manila kini, Manila terkini, Manila terbaru, Manila baru, Manila skandal, gambar Manila, foto Manila, video Manila, biodata Manila, biografi Manila, sejarah Manila, web Manila, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita asia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita harian, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, asia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, harian, baru, macam-macam, Bf-1