Ketemu Obama, Putin Teringat Kebaikan Bush

Ketemu Obama, Putin Teringat Kebaikan Bush

15

Barack Obama (kiri) Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan Selasa (7/7) di Moskow. (Reuters)

Ketemu Obama, Putin Teringat Kebaikan Bush

MOSKOW – Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin memuji sikap ramah mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush. Putin mengirim telegram beberapa jam sebelum bertemu dengan Barack Obama.

“Selama beberapa tahun terakhir kita berupaya menguatkan hubungan kerja sama Rusia-AS, meski ada perbedaan antara negara kita. Saya selalu memberi menghargai keterbukaan dan ketulusan Anda,” kata Putin, sambil mengucapkan selamat ulang tahun ke-63 kepada Bush yang jatuh pada 6 Juli kemarin.

“Dalam suasana hangat saya memuji keramahan Anda (Bush) di Crawford dan juga keluarga Anda yang berada di Kennebunkport,” tulis Putin mengenang pertemuan pertamanya dengan Bush pada 2007 lalu. Saat itu,Putin bertemu Bush dalam suasana liburan keluarga.

Bush mengatakan “dia dapat merasakan jiwanya” saat pertama kali bertemu Putin. Sejak itu, hubungan hangat terjalin antara keduanya dan mampu meredakan tensi hubungan kedua negara yang sempat meregang sejak Perang Dingin.

Pada Selasa ini, Putin mengundang Obama dalam suasana “gaya Rusia” dan dalam kondisi yang dibuat semirip mungkin di perkebunan di luar kediamannya, di Moskow. Ini merupakan pertemuan pertama Putin dengan Obama.

Sumber pemerintah Rusia menyatakan, Putin menjamu Obama dengan caviar hitam dengan krim yogurt. Tak ketinggalan teh tradisional Rusia, turut menghangatkan suasana.

Obama, Obama berita, Obama kini, Obama dunia, Obama Obamaia, Obama malaysia, Obama melayu, Obama indon, Obama indonesia, Obama kl, Obama foto, Obama gambar, Obama terkini, Obama web, Obama harian, Obama baru, Obama bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Obamaia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik