Kelesuan Pasar Modal Dinilai Masih Wajar

Kelesuan Pasar Modal Dinilai Masih Wajar

10

Kelesuan Pasar Modal Dinilai Masih Wajar

JAKARTA – Pasar modal baik saham maupun obligasi awal pekan ini mengalami tekanan setelah mencetak rekor pada pekan lalu. Hal ini diiringi oleh sepinya perdagangan saham dan surat utang.

Meski demikian,analis menilai hal ini masih wajar. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah 17,7 poin ke level 2.480,7, dipicu aksi jual pada saham-saham perbankan. “Transaksi juga relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan pada pekan lalu,”kata Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta kemarin. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), frekuensi transaksi saham kemarin hanya 78.105 kali dengan volume 3,3 miliar lembar saham senilai Rp3,2 triliun.Sebanyak 62 saham naik, 126 saham turun,dan 80 saham tetap.

Saham-saham perbankan yang menjadi unggulan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp250 ke Rp7.800. Begitujuga dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi masingmasing Rp75 dan Rp25. Tekanan juga dialami sahamsaham kelompok pertambangan yang secara total minus 26 poin. Tak jauh berbeda dengan pasar saham, volume perdagangan surat utang juga susut. Perdagangan surat utang negara (SUN) yang pekan lalu mencapai Rp7 triliun kemarin hanya menyentuh Rp1,99 triliun, sedangkan obligasi korporasi Rp122 miliar.

“Ini wajar karena pasar memang sedang menunggu lelang SUN pekan ini,dan beberapa laporan mengenai suku bunga di luar negeri,” ujar analis obligasi Trimegah Securities Ariawan. Senada dengan Ariawan,analis Paramitra Alfa Sekuritas Ukie Mahendra mengatakan, lesunya perdagangan tidak bisa dijadikan indikasi menunjukkan pelarian modal (capital outflow). Menurut dia, investor cenderung menahan diri,menunggu sejumlah laporan ekonomi Amerika Serikat kuartal III-2009.”Bagaimanapun kita adalah market yang tumbuhnya tinggi,”kata dia.

Ariawan menambahkan, komitmen pemodal asing untuk bertahan tampak pada prilaku mereka mengoleksi SUN bertenor jangka panjang.Masih bertahannya investor asing dalam pasar modal Indonesia, menurut Ariawan, juga dapat dikonfirmasi oleh jumlah kepemilikan mereka atas SUN di pasar sekunder.Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, jumlah kepemilikan asing sejak awal bulan ini sampai 9 Oktober lalu telah naik Rp6,27 triliun menjadi Rp99,5 triliun.

Kelesuan, Kelesuan kini, Kelesuan terkini, Kelesuan terbaru, Kelesuan baru, Kelesuan Kelesuan, gambar Kelesuan, foto Kelesuan, video Kelesuan, biodata Kelesuan, biografi Kelesuan, sejarah Kelesuan, web Kelesuan, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita Kelesuania, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita Kelesuanan, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, Kelesuania, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Kelesuanan, baru, macam-macam, Bf-1