Industri Media Tak Bisa Dipailitkan

Industri Media Tak Bisa Dipailitkan

9

Industri Media Tak Bisa Dipailitkan

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara menyayangkan proses hukum yang terjadi pada TPI. Dia mengatakan, salah satu yang menjadi permasalahan dalam lingkup pers adalah dualisme undang-undang.

Leo mengungkapkan, sekalipun sudah ada Undang-Undang Pers, namun masih juga digunakan UU lain untuk melawan pers. Dia mengungkapkan, sesuai dengan UU Pers perusahaan yang bergerak di bidang pers sebenarnya tidak dapat dipailitkan atau diberedel.

“Jadi memang tidak ada konsep pemberedelan atau pemailitan bagi pers,” ujarnya. Hanya, lanjut Leo memang masih banyak perkara yang terkait pers diproses dengan UU lain. Misalnya, melalui UU yang terkait dengan kepailitan. Menurutnya, jika memang ada dualisme UU, hendaknya yang digunakan adalah UU yang lebih spesifik.

Nah, ketika ada hal yang terkait dengan pers, maka UU yang digunakan adalah UU Pers. Maka, proses pemailitan yang didasarkan pada UU lain, sangat disayangkan. “Jadi memang tidak sepatutnya dipailitkan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Leo, perlu penegasan UU yang lebih mendekati sebuah kasus. Dia mengungkapkan, jika ada UU yang bersifat umum dan khusus, maka UU yang bersifat khususlah yang seharusnya digunakan. Anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) Effendy Choirie juga mengaku prihatin dengan putusan pemailitan TPI.

Effendy mengungkapkan, masalah TPI adalah masalah bisnis yang tidak menutup kemungkinan dimunculkan pemilik masa lalu. Dia sendiri berpendapat, TPI dapat menjadi corong pemberitaan dan dapat menjadi salah satu referensi bagi pemirsanya. “Apalagi kan TPI itu salah satu pionir TV swasta, walaupun dulunya dimiliki oleh anak penguasa saat itu,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum TPI Marx Adryan menilai ada sejumlah kejanggalan pada putusan pemailitan TPI. Pertama, CCGL terbukti merupakan perusahaan yang tidak memenuhi kualifikasi untuk dapat mempailitkan perusahaan sebesar TPI. Kedua, selama persidangan banyak hal yang membuktikan arogansi dan fakta yang signifikan yang dimiliki TPI tapi justru diabaikan hakim.

Selanjutnya, dari proses dikeluarkanya Sub Bond hingga saat ini dan fakta persidangan terlihat jelas keterkaitan CCGL dengan pemilik lama. Putusan ini sangat mengganggu kelangsungan hidup perusahaan serta menimbulkan keresahan di kalangan karyawan.

Rupiah, Rupiah kini, Rupiah terkini, Rupiah terbaru, Rupiah baru, Rupiah Rupiah, gambar Rupiah, foto Rupiah, video Rupiah, biodata Rupiah, biografi Rupiah, sejarah Rupiah, web Rupiah, Rupiahta terkini, Rupiahta terbaru, Rupiahta penting, Rupiahta dunia, Rupiahta Rupiahia, Rupiahta malaysia, Rupiahta melayu, Rupiahta indon, Rupiahta indonesia, Rupiahta kl, Rupiahta tv, Rupiahta Rupiahan, Rupiahta gay, Rupiahta artis, Rupiahta hiburan, Rupiahta sukan, Rupiahta ekonomi, Rupiahta sains, Rupiahta teknologi, Rupiahta kesihatan, Rupiahta sejarah, Rupiahta politik, Rupiahta bf1, dunia, Rupiahia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, baru, macam-macam, Bf-1