China Ingin IMF Menjadi Polisi Nilai Tukar Dunia

China Ingin IMF Menjadi Polisi Nilai Tukar Dunia

6

China Ingin IMF Menjadi Polisi Nilai Tukar Dunia

Anggota Dana Moneter Internasional (IMF) meminta tahun depan diadakan studi mengatasi masalah neraca pembayaran, volatilitas keuangan, dan penumpukan cadangan devisa yang tidak produktif.

Mengatasi masalah ini berarti mengubah perilaku negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia. Berikutnya harus ada kepastian kebijakan yang sinkron. China lebih suka menginvestasikan sebagian besar cadangan devisanya yang mencapai USD2 triliun ke aset berbasis dolar Amerika Serikat (USD).

China berpendapat, IMF jangan hanya berfungsi sebagai polisi implementasi kebijakan, tapi juga polisi aliran modal sehingga IMF bisa menciptakan stabilitas nilai tukar mata uang yang menjadi cadangan devisa utama dunia. Jika peran polisi nilai tukar dunia dilaksanakan, IMF tidak akan fokus mengkritik kebijakan China mematok nilai yuan. IMF juga tidak sekadar mengikuti pendapat ekonom yang menilai pematokan yuan menjadi senjata eksportir China dalam memenangkan perdagangan dan menguasai ekonomi dunia.

“Seharusnya tidak sesederhana itu dalam menilai mekanisme kebijakan suatu negara,” kata Wakil Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Yi Gang dalam pertemuan IMF di Istanbul. Sebelumnya Gubernur PBOC Zhou Xiaochun menawarkan resep reformasi sistem moneter internasional yang bisa mencegah kerusakan nilai cadangan devisa yaitu menciptakan cadangan devisa internasional yang memiliki stabilitas jangka panjang melalui nilai tukar yang independen. Dia mengusulkan penggunaan special drawing rights (SDR). IMF dapat memanfaatkan SDR secara penuh, mengalokasikan ke tempat negara yang sangat membutuhkan.

Menurut Zhou,fungsi ini membuat IMF bisa mengatasi krisis dan menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan internasional. Zhou menjelaskan, IMF harus menetapkan suatu dana terbuka. Pengoperasian dana ini harus mengikuti mekanisme pasar kemudian dibentuk unit terkecil SDR di mana investor bisa membeli dengan dana cadangan devisa dan mencairkan dana tersebut bila dibutuhkan. Menurut Zhou, ini akan mendorong perkembangan aset berbasis SDR dan mewujudkan aturan likuiditas cadangan mata uang global sehingga IMF bisa menerbitkan berbagai jenis instrumen berbasis SDR.

Secara bertahap SDR akan menjadi cadangan devisa global baru. Wakil Gubernur PBOC Hu Xiaodong mengemukakan, penerbitan obligasi merupakan cara bagi IMF mengumpulkan dana dalam jangka pendek. China siap membeli jika IMF menerbitkan obligasi. Dia menambahkan, China akan terus membeli obligasi Pemerintah AS karena risiko kreditnya sangat rendah. Namun, banyak negara masih meragukan IMF bisa berbuat adil sebab banyak negara sudah merasakan sakitnya menjadi pasien IMF. Apalagi IMF masih didominasi negara maju seperti Amerika.

Sulit mempercayai IMF saat dilanda krisis.Tidak ada aturan yang jelas tentang perlindungan negara yang jadi pasien IMF. Eksekutif Bank Sentral Meksiko Guillermo Ortiz menilai, pengumpulan cadangan devisa dalam Inisiatif Chiang Mai lebih baik. Jika ingin meningkatkan peran, IMF harus bisa meyakinkan negara maju menyerahkan sebagian besar hak votingnya kepada negara berkembang pada 2011. Profesor Universitas Cornell Eswar Prasad yang juga mantan pejabat senior IMF meragukan jika lembaga peminjam itu akan memiliki wewenang menjatuhkan sanksi kepada negara maju jika terjadi perselisihan.

“Akan menarik untuk menyaksikan bagaimana IMF melaksanakan kekuasaannya kepada pemegang saham utama (negara maju). Dan bagaimana respons IMF menghadapi kritikan balik ketika mereka mengevaluasi kebijakan negara maju,” ungkap dia.

China, China kini, China terkini, China terbaru, China baru, China China, gambar China, foto China, video China, biodata China, biografi China, sejarah China, web China, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita Chinaia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita Chinaan, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, Chinaia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Chinaan, baru, macam-macam, Bf-1