Bappenas Godok Skema Modal Usaha Pascagempa

Bappenas Godok Skema Modal Usaha Pascagempa

3

Bappenas Godok Skema Modal Usaha Pascagempa

JAKARTA – Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah menggodok pemberian skema kredit modal usaha bagi warga korban bencana Sumatera Barat (Sumbar).

Skema ini selaras dengan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pascatahap tanggap darurat dampak gempa berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) di wilayah tersebut. Sekretaris Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Sestama Bappenas Syahrial Loetan menyatakan, kredit usaha yang akan dikucurkan pemerintah itu akan diberikan dengan bunga relatif rendah,bahkan mencapai 0% serta tanpa membutuhkan jaminan. “Pascagempa Sumbar, banyak masyarakat yang kehilangan kesempatan untuk berusaha.

“Maka itu, kami upayakan ada skim kredit usaha dengan bunga sangat ringan, bahkan bisa saja tanpa kolateral,” ujarnya di Jakarta kemarin. Adapun untuk sumber pendanaannya, Syahrial menuturkan,seluruhnya akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama melalui anggaran pos bencana. Dalam APBN 2010 disebutkan, anggaran pos ini mencapai Rp3 triliun.Penggunaan pembiayaan APBN 2010 dimungkinkan karena fase rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan baru berjalan tahun depan.

“Dananya memang kecil karena itu tentunya bisa saja ada tambahan anggaran,”paparnya. Menurut Syahrial, finalisasi pemberian kredit modal usaha ini masih menunggu hasil perhitungan dampak kerugian bencana.Bila sudah didapatkan data yang valid tentang nilai kerugiannya, pemerintah baru akan memastikan pemberiannya. Terkait perhitungan kerugian bencananya,Syahrial menuturkan, tim Bappenas masih terus melakukan verifikasi dan diperkirakan baru selesai pada pekan depan.

Syahrial memaparkan, sasaran rehabilitasi dan rekonstruksi Sumbar ditujukan pada dua hal. Pertama, pembangunan kembali fasilitas infrastruktur dan pulihnya aktivitas perekonomian masyarakat. Kedua,mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Silmi Karim menilai pemberian kredit usaha untuk korban gempa dengan bunga ringan dan tanpa jaminan bisa mempercepat pemulihan ekonomi setempat.Namun, Silmi berpesan agar pemerintah mempersiapkan mekanisme penyalurannya agar program tersebut betulbetul efektif dan terhindar dari kebocoran.

” Sebab, harus diakui perencanaan pemerintah selalu bagus.Namun, saat implementasi dan eksekusi selalu lemah,” ujarnya. Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengungkapkan, mereka siap mendukung implementasi program tersebut. Namun, agar lebih kuat, Bambang menyarankan program tersebut masuk dalam kebijakan ekonomi politik pemerintah. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya memperluas penerapan skema ini pada daerah-daerah lain yang terkena bencana, tidak terbatas di Sumbar.

Selain karena alasan tanggung jawab pemerintah, ini juga untuk menghindarkan kecemburuan masyarakat terkena bencana di lokasi lain.”Karena itu, kami berharap pendekatan serupa bisa dijabarkan di wilayah-wilayah bencana lainnya,”tandasnya.

Bappenas, Bappenas kini, Bappenas terkini, Bappenas terbaru, Bappenas baru, Bappenas Bappenas, gambar Bappenas, foto Bappenas, video Bappenas, biodata Bappenas, biografi Bappenas, sejarah Bappenas, web Bappenas, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita Bappenasia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita Bappenasan, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, Bappenasia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Bappenasan, baru, macam-macam, Bf-1