Akhir Triwulan Kedua, Indeks Sedikit Melemah

Akhir Triwulan Kedua, Indeks Sedikit Melemah

2183813648-akhir-triwulan-kedua-indeks-sedikit-melemah

Akhir Triwulan Kedua, Indeks Sedikit Melemah

VIVAnews – Investor di bursa saham Wall Street, New York, menutup triwulan kedua tahun ini dengan perasaan muram. Belum adanya kejelasan tanda-tanda penguatan ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat semua indeks harga saham di Wall Street melemah, kendati tidak begitu besar.

Di akhir perdagangan Selasa sore waktu setempat (Rabu dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones turun 82,38 poin (1 persen) menjadi 8.447. Begitu pula dengan indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 turun 7,90 poin (0,9 persen) menjadi 919,33. Sedangkan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 9,02 poin (0,5 persen) menjadi 1.835,04.

Belajar dari optimisme berlebihan yang berakhir anti-klimaks pada triwulan sebelumnya, menyambut kuartal ketiga ini investor tampaknya sangat berhati-hati dalam menilai kondisi bisnis di AS, yang diperkirakan masih mengalami masa sulit.

Mereka gelisah menunggu pengumuman laporan-laporan kinerja korporat selama triwulan kedua, yang mulai diumumkan pekan ini. Masalahnya, bagaimana perusahaan-perusahaan itu menghasilkan pendapatan besar di tengah resesi.

Sebagian besar perusahaan sudah melakukan pemangkasan biaya produksi pada triwulan pertama supaya tetap bisa mendatangkan laba. Namun, mereka tidak bisa terus-menerus menerapkan pemangkasan karena pada akhirnya mengganggu proses produksi.

“Saya tidak yakin pelaku pasar akan memberi optimisme besar lagi kepada kinerja korporat,” kata Keith Wirtz dari perusahaan investasi Fifth Third Asset Management di Cincinnati.

Selain itu investor juga ingin mendengar pemaparan langsung dari para eksekutif atas proyeksi bisnis perusahaan mereka. Proyeksi itu penting bagi investor agar bisa mengetahui apa target perusahaan yang bersangkutan dalam mengelola pesanan, inventarisasi, dan tren konsumen.

Kendati proyeksi berjalan suram, kalangan pengamat yakin bahwa harga saham tidak akan lagi anjlok drastis seperti di awal tahun ini. Pasar sudah tidak lagi panik menghadapi situasi demikian.

“Dunia belum kiamat. Namun semua terfokus pada pemulihan ekonomi. Seberapa besar dan kuat pemulihan akan berlangsung?” kata Wirtz. (AP)

saham, saham berita, saham kini, saham dunia, saham asia, saham malaysia, saham melayu, saham indon, saham indonesia, saham kl, saham foto, saham gambar, saham terkini, saham web, saham harian, saham baru, saham bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita asia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik