Akhir Bulan, IAEA Inspeksi Iran

Akhir Bulan, IAEA Inspeksi Iran

3

Akhir Bulan, IAEA Inspeksi Iran

TEHERAN – Pengawas Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan memeriksa fasilitas pengayaan uranium yang baru terungkap di Qom, Iran, pada 25 Oktober mendatang.

Sambil mengumumkan rencana itu, kemarin, Kepala IAEA Mohamed ElBaradei memuji Teheran yang telah mengubah sikap dari konspirasi menjadi transparansi dan kerja sama dengan Barat. Keberadaan fasilitas nuklir di Qom itu dibeberkan Iran bulan lalu dan membuat dunia internasional resah.

Hingga dalam pertemuan antara Iran dan enam kekuatan dunia di Jenewa pada Kamis (1/10/2009), Teheran bersedia mengijinkan akses IAEA di fasilitas nuklir yang terletak di pusat Iran itu. “Inspektur IAEA akan mengunjungi fasilitas pengayaan baru milik Iran yang sedang dibangun di Qom pada 25 Oktober. Penting bagi kita untuk memiliki kerja sama komprehensif di fasilitas Qom. Penting bagi kita untuk mengirim inspektur IAEA demi memastikan bahwa fasilitas ini untuk tujuan damai,” papar El- Baradei dalam konferensi pers bersama kepala nuklir Iran Ali Akbar Salehi. Barat selalu menuduh Republik Islam menyembunyikan program pengembangan senjata nuklir.

Namun Iran menyangkal tuduhan itu dan mengatakan bahwa mereka membutuhkan teknologi nuklir untuk menghasilkan listrik demi memenuhi kebutuhan rakyat yang semakin besar. ElBaradei menjelaskan, IAEA dan Iran tidak memiliki kata sepakat terkait waktu untuk mengungkapkan keberadaan fasilitas pengayaan uranium di Qom.

“Iran harus menginformasikan pada IAEA pada hari saat mereka telah memutuskan untuk membangun fasilitas tersebut,” katanya. Pernyataan ElBaradei itu merujuk pada aturan transparansi IAEA yang ditetapkan pada 1992 agar setiap negara segera memberi informasi tentang rencana pembangunan fasilitas nuklir.

Sebelum aturan itu ada, setiap negara boleh memberi informasi pada IAEA tentang fasilitas nuklir yang baru, hanya enam bulan sebelum memasukkan material nuklir ke dalamnya. Salehi lantas menyangkal pernyataan Elbaradei.

“Sejak ketidakadilan sikap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait dokumen nuklir Iran, kami kembali pada ketetapan lama untuk memprotes sanksi-sanksi PBB,” tegas Salehi yang menjelaskan, dia akan mendiskusikan rincian inspeksi dengan IAEA di Vienna pada 19 Oktober.

ElBaradei berharap berbagai perbedaan yang masih ada dapat diselesaikan melalui diplomasi. “Hubungan antara Iran dan kekuatan dunia sedang berubah dari konspirasi menjadi transparansi dan kerja sama,” tuturnya. New York Times melaporkan kemarin, seorang staf rahasia IAEA telah menyimpulkan bahwa Iran memiliki informasi yang cukup untuk mendesain dan memproduksi bom atom.

Namun laporan media itu seakan disangkal oleh ElBaradei. “Tidak ada bukti kongkret bahwa Iran menginginkan kemampuan persenjataan nuklir tapi IAEA tetap khawatir dengan kemungkinan itu,” kata kepala IAEA. “Ada kekhawatiran tentang tujuan Iran di masa depan dan ini bukan masalah verifikasi. Ini isu membangun kepercayaan dan itulah mengapa kami kini memiliki perundingan enam pihak,” tutur Salehi.

Iran mengungkapkan, fasilitas nuklir di Qom memiliki ruang untuk 3.000 sentrifugal yang 18 bulan lagi akan segera diaktifkan. Keberadaan fasilitas baru itu membuat Barat kian khawatir dengan kemampuan nuklir Teheran. Dalam perundingan di Jenewa pada Kamis (1/10/2009) silam, Iran berupaya mencegah penerapan sanksi lebih keras dari PBB, meskipun Barat tetap curiga Teheran hanya mengulur waktu untuk mengembangkan program nuklirnya.

Negosiator Nuklir Iran Saeed Jalili menjelaskan, hasil perundingan Jenewa merupakan kesepakatan tentang kelangsungan negosiasi dengan enam kekuatan dunia yang terdiri atas Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Pejabat Barat menjelaskan, Iran secara prinsip bersedia mengirimkan sebagian besar hasil pengayaan uranium untuk diproses lebih lanjut di Rusia dan Prancis. Hasil pemprosesan tingkat lanjut itu akan dikembalikan ke reaktor nuklir Teheran untuk dibuat menjadi isotop medis. Kesediaan Iran itu menjadi salah satu bukti bahwa program nuklir Teheran untuk tujuan damai, bukan untuk membuat senjata nuklir.

Akhir, Akhir kini, Akhir terkini, Akhir terbaru, Akhir baru, Akhir skandal, gambar Akhir, foto Akhir, video Akhir, biodata Akhir, biografi Akhir, sejarah Akhir, web Akhir, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita asia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita Akhiran, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, asia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Akhiran, baru, macam-macam, Bf-1