Abbas Kembali Memimpin Fatah

Abbas Kembali Memimpin Fatah

PALESTINIANS-ISRAEL/FATAH-ABBASMahmoud Abbas

Abbas Kembali Memimpin Fatah

BETHLEHEM – Faksi Fatah Palestina kembali memilih Presiden Palestina Mahmud Abbas sebagai pemimpin mereka dalam pemungutan di kongres. Ini merupakan Kongres Fatah pertama dalam 20 tahun terakhir. Abbas kembali dipilih pada hari kelima kongres, Sabtu (8/8) malam waktu setempat.
Lebih dari 2.000 delegasi Fatah berkumpul di Kota Bethlehem, Tepi Barat, dengan suara bulat menyetujui Abbas memimpin lagi kelompok sejak Yasser Arafat wafat pada 2004. Abbas berhasil mengalahkan dengan mudah kandidatnya yaitu Sekretaris Jenderal Fatah Marwan Barghuti yang pernah ditahan di penjara Israel.
Sedangkan kandidat lainnya, mantan Kepala Keamanan Preventif Jibril Rajub dan mantan pemimpin Fatah di Jalur Gaza Mohammed Dahlan, harus mengakui kuatnya dukungan kongres terhadap Abbas. Dalam pidato kemenangannya, Abbas berjanji membebaskan tanah dan rakyat Palestina dari pendudukan Israel.
“Kongres ini harus menjadi awal baru bagi Fatah untuk mendorong setiap orang memikul tanggung jawab sebagai anggota,” paparnya.
Kongres yang dimulai Selasa (4/8) silam itu diperpanjang karena perbedaan pendapat yang sangat sengit antara delegasi tua dan delegasi muda yang hendak lebih banyak berperan secara luas.
Kongres tersebut juga membahas agenda membersihkan Fatah dari korupsi dan menawarkan alternatif baru dalam menyinergikan diri dengan gerakan Hamas. Perdebatan di kongres berpusat pada cara memulihkan kekuasaan Abbas di Jalur Gaza, setelah Hamas merebut kendali di sana pada Juni 2007 silam.
Hamas saat itu berhasil mengalahkan pasukan Fatah dan membatasi kekuasaan Abbas hanya di Tepi Barat yang diduduki Israel. Fatah yang mendominasi pemerintah otonomi Palestina itu awalnya memiliki kekuasaan penuh di semua wilayah Palestina. Namun, kekuasaan itu bergeser ke Hamas setelah lawan politik Fatah itu menang dalam Pemilihan Umum (pemilu) Parlemen 2006.
Hingga saat ini, Fatah dan Hamas terus menyimpan konflik. Pada Jumat (7/8) silam, Fatah menuduh Hamas menahan sejumlah pemimpin seniornya di Jalur Gaza. Bahkan, Abbas menyebut Hamas sebagai “Pangeran Kegelapan” yang menyebabkan perpecahan tanah air dan bangsa Palestina. Penghinaan tersebut dilakukan Abbas secara terang-terangan dalam Kongres Fatah.
Kongres juga diwarnai perselisihan sengit saat sejumlah delegasi meminta pertanggung jawaban dari pemimpin Fatah. Ratusan delegasi memprotes keras karena tidak adanya laporan administrasi dan keuangan sejak Kongres Fatah terakhir pada 1989. Delegasi kritis itu menolak penjelasan bahwa laporan itu telah ada dalam pidato pembukaan Abbas.
Sebelumnya, Abbas mengakui berbagai kesalahan yang dilakukan partainya di masa silam. Dia mengajak semua anggota Fatah memulai “babak baru” yaitu meraih kemerdekaan Palestina. Abbas mengungkapkan, kelemahan yang terjadi di Fatah karena adanya penolakan publik, kinerja yang buruk, dan tidak adanya kepedulian dengan warga secara langsung, serta kurangnya disiplin anggota partai.
Kelemahan tersebut, menurut Abbas, mengakibatkan kekalahan Fatah dalam pemilu tiga tahun silam dan membuat Hamas menguasai Jalur Gaza. Pada Kamis (6/8) silam, para delegasi telah memberikan suara bulat untuk menyebut Israel sebagai pelaku pendudukan yang bertanggung jawab penuh atas meninggalnya Yasser Arafat.
Pemenang hadiah Nobel perdamaian yang telah memimpin perjuangan kemerdekaan Palestina selama hampir empat dasawarsa itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit militer di Prancis pada 11 November 2004 setelah diterbangkan dari kantor pusat Fatah di Tepi Barat.
Saat kematian Yasser Arafat di usia 75 tahun pejabat Palestina menuduh Israel telah meracuni pemimpin Palestina itu dan penyelidikan Palestina telah mengesampingkan kemungkinan Yasser Arafat menderita penyakit kanker, AIDS, sebagai penyebab kematiannya.
Fatah memperbarui piagamnya, pertama sejak proses perdamaian Timur Tengah 1991. Namun langkah itu membuat Israel marah karena Fatah menegaskan haknya untuk menolak pendudukan Israel di Tepi Barat. “Fatah berkomitmen mendorong perdamaian komprehensif namun menegaskan hak rakyat Palestina untuk melawan pendudukan Israel dalam segala bentuknya sesuai dengan hukum internasional,” bunyi piagam baru Fatah.

Abbas, Abbas berita, Abbas kini, Abbas dunia, Abbas Abbasia, Abbas malaysia, Abbas melayu, Abbas indon, Abbas indonesia, Abbas kl, Abbas foto, Abbas gambar, Abbas terkini, Abbas web, Abbas harian, Abbas baru, Abbas bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Abbasia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik