Tag Archives: Tol Naik terkini

Tarif Tol Naik Mulai 28 September

1

Tarif Tol Naik Mulai 28 September

JAKARTA – Kenaikan tarif 15 ruas jalan tol direncanakan mulai berlaku efektif Senin (28/9) mendatang. Kepastian itu setelah pemerintah berkonsultasi dengan DPR dan operator jalan tol.

Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan surat resmi dari pemerintah untuk melakukan penyesuaian tarif tersebut. “Ya memang kami sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Pekerjaan Umum, dan sudah ditandatangani per 31 Agustus 2009,” kata dia di Jakarta kemarin.

Adityawarman mengatakan, pihaknya segera melakukan sosialisasi kepada pengguna tol mengenai tarif baru tersebut. Adapun besaran kenaikan tarif tol yang sudah bisa dipastikan adalah untuk tol dalam kota, yakni dari Rp5.500 menjadi Rp6.500. “Saya kira masyarakat tidak keberatan dengan penyesuaian Rp1.000 di tol dalam kota,” kata dia.

Namun, dia belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh tentang kenaikan ruas tol lain yang dimiliki Jasa Marga. Persoalannya, kata dia, pemerintah belum mengumumkan secara resmi tentang kenaikan tarif tol. “Saya masih menunggu keputusan dari pemerintah dalam hal ini Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk (CMNP) Hudaya Aryanto juga mengakui bahwa tarif tol dalam kota ini diperkirakan naik sebesar Rp1.000. “Kalau tidak salah hasil perhitungan pemerintah memang Rp1.000 dan mudah mudahan bisa memberi dampak positif bagi perusahaan,” kata dia.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat menggelar open house Hari Raya Idul Fitri pada Minggu (20/9) lalu mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyesuaikan tarif sejumlah ruas tol. “Alhamdulillah, mereka (DPR) bisa memahami. Investor happy,pemerintah happy,jalan tol happy, dan DPR juga happy. Jadi, semua senang, kalau bisa kita bikin semua orang senang dan tugas seperti itu susah,” kata dia.

Lebih jauh Djoko mengungkapkan, pemerintah hanya akan menyesuaikan tarif tol yang sudah memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).

“Sekarang kita sudah mulai mencoba lebih tegas. Kalau dulu ada kekurangan sedikit masih bisa dimaklumi, sekarang kita akan tegas, yang naik adalah ruas tol yang sudah memenuhi SPM,” katanya.

Seperti diketahui, BPJT membagi empat kelompok penyesuaian tarif tol berdasarkan evaluasi pemenuhan SPM. Kelompok I yakni diizinkan menaikkan tarif tol reguler tanpa syarat. Adapun yang termasuk dalam kelompok ini adalah 10 ruas tol, di mana sembilan di antaranya adalah dioperasikan Jasa Marga dan satu ruas oleh CMNP.

Ruas-ruas yang dikelola Jasa Marga adalah Jakarta-Bogor-Ciawi; Jakarta-Tangerang; Surabaya-Gempol; Padalarang-Cileunyi; Cawang-Tomang-Grogol-Pluit; Belawan-Medan-Tanjung Morawa; Ulujami-Pondok Aren; Palimanan-Kanci; dan Semarang A, B, C.

Sementara ruas Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga dikelola CMNP. Kelompok II adalah reguler dengan persyaratan karena belum memenuhi SPM di antaranya Cikampek-Purwakarta-Padalarang milik Jasa Marga; Serpong-Pondok Aren (PT Bintaro Serpong Damai); Ujung Pandang tahap I dan II (PT Bosowa Marga Nusantara); serta JORR seksi S (Jasa Marga).

Kepala BPJT Nurdin Manurung sebelumnya mengatakan, tiga ruas tol pertama tersebut kriteria SPM yang belum terpenuhi terutama menyangkut kerataan jalan. Sementara untuk JORR seksi S karena masih ada masalah hukum yang belum diselesaikan dengan investor lama.

Kelompok III yaitu terkait perubahan sistem transaksi, seperti Tol Sedyatmo yang selama ini harus menggunakan sistem tertutup dengan dua kali transaksi, rencananya akan dijadikan sistem terbuka dengan satu sistem terbuka. Kelompok IV yaitu untuk ruas tol yang mengalami kenaikan dan diikuti rasionalisasi tarif tol. Ini karena tol ini masih harus direinvestasi dan direkonsesi sebagai akibat kebijakan masa lalu yang tidak pernah menaikkan tarif.

Hal itu akan dilakukan terhadap ruas Tangerang-Merak milik PT Marga Mandala Sakti dan Surabaya-Gresik milik PT Margabumi Matraraya.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Gustiana Zahir mengatakan, pihaknya masih sulit menerima indikator inflasi yang dijadikan patokan untuk kenaikan tarif. Selain itu, keuntungan yang didapatkan konsumen terkait kenaikan tarif tol itu juga tidak jelas. “Yang penting itu, setiap kenaikan tarif hendaknya dapat memberikan manfaat juga pada konsumen,” katanya.

Dia juga mempertanyakan kepantasan kenaikan tarif tol dalam kota yang diperkirakan sekitar Rp1.000. Terutama jika kondisi kemacetan yang kerap terjadi.

Tol Naik, Tol Naik kini, Tol Naik terkini, Tol Naik terbaru, Tol Naik baru, Tol Naik skandal, gambar Tol Naik, foto Tol Naik, video Tol Naik, biodata Tol Naik, biografi Tol Naik, sejarah Tol Naik, web Tol Naik, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita asia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita harian, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, asia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, harian, baru, macam-macam, Bf-1