Tag Archives: sejarah AS

AS Tunggu Dukungan Rusia

4

AS Tunggu Dukungan Rusia

MOSKOW – Amerika Serikat (AS) terus berusaha membujuk Rusia, meski Moskow tampak tidak mendukung pemberlakuan sanksi lebih keras terhadap Iran jika perundingan gagal.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton tidak kehilangan harapan untuk menyatukan langkah dengan Kremlin, meskipun sikap Rusia sulit berubah. Karena itu, dalam lawatan pertama ke Moskow Hillary terus memuji Rusia untuk “kerja sama ekstrem” dalam menyelesaikan masalah Iran.

“Kami tidak meminta apa pun hari ini. Kami mengkaji ulang situasi dan di mana kondisinya,” ujar Hillary setelah bertemu Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Hillary sepakat dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bahwa berbagai sanksi terhadap Iran mungkin tidak dapat dielakkan jika Teheran mengabaikan tekanan kekuatan dunia. Menlu AS itu juga tampaknya berusaha menenangkan kekhawatiran Rusia bahwa kekuatan Barat menginginkan pemberlakuan sanksi terhadap Iran secepat mungkin.

“Kami belum berada pada poin itu saat ini. Itu bukan kesimpulan yang telah kami capai,” kata Hillary.

Namun, pernyataan Hillary itu bertolak belakang dengan komentar Lavrov yang berterus terang bahwa saat ini bukan waktunya membicarakan putaran keempat sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Iran.

“Berbagai ancaman sanksi dan tekanan baru terhadap Iran dalam situasi saat ini sangat kontraproduktif,” kata Lavrov.

“Ada banyak situasi di mana berbagai sanksi memang tidak dapat dielakkan, saat semua upaya telah dilakukan. Tapi dengan Iran, kita masih sangat jauh dari situasi itu,” tambah Lavrov.

Awalnya pejabat AS menjelaskan bahwa Hillary akan bertanya pada Lavrov dan Medvedev, “Apa bentuk spesifik tekanan Rusia yang telah disiapkan bersama kami (AS) dan aliansi kami lainnya jika Iran gagal memenuhi kewajibannya?”

Tapi Hillary dalam pernyataan kemarin tidak menyebutkan bentuk tekanan apa pun yang telah didiskusikan dengan Rusia. Dalam perundingan dengan Medvedev, Hillary mengatakan bahwa Washington menghendaki hubungan strategis yang lebih dalam dan luas dengan Moskow.

Dalam lawatan itu Hillary tidak bertemu Perdana Menteri (PM) Rusia Vladimir Putin yang dianggap sebagai pemimpin de facto. Putin saat ini sedang dalam perjalanan ke China. “Kekuatan dunia aktif mendorong pendekatan dengan Iran, tapi jika tidak ada kemajuan penting. Kami akan mendorong opini internasional di balik penambahan sanksi,” ujar Hillary.

Rusia sejak dulu merupakan penentang sanksi keras terhadap Iran. Karena itu komentar Medvedev bulan lalu dianggap sebagian pihak sebagai perubahan penting untuk memuaskan Barat.

Rusia telah membangun fasilitas nuklir pertama Iran di kota Bushehr, selatan Iran. Moskow juga memiliki hubungan politik dan ekonomi yang erat dengan Teheran saat tekanan internasional terhadap Iran semakin kuat.

Kemarin, dalam pidato di hadapan 2.000 mahasiswa di Moscow State University dan stasiun radio liberal di Rusia, Hillary mengakui bahwa sejumlah pejabat di AS dan Rusia masih memiliki kerangka berpikir Perang Dingin. Hillary lantas mendesak Moskow untuk lebih memperbaiki catatan hak asasi manusia (HAM).

“Saya akan katakan pada Anda bahwa kita memiliki orang-orang dalam pemerintahan kami dan Anda di mana orang-orang itu tetap hidup di masa lalu dan tidak ingin kedua bekas musuh ini bekerja sama,” papar Hillary.

Hillary menekankan, “Mereka tidak percaya bahwa AS dan Rusia dapat bekerja sama di tingkat ini. Mereka tidak mempercayai pihak lain dan kita telah membuktikan mereka salah. Itulah tujuan kita.”

Menurut Hillary, kerja sama tameng rudal AS-Rusia akan sangat positif.

“Sungguh hasil yang sangat positif jika suatu hari di masa depan Anda melihat AS dan Rusia mengumumkan rencana gabungan di bidang pertahanan rudal,” paparnya di Moscow State University.

Dalam wawancara dengan radio Echo of Moscow, Hillary menegaskan akan terus mendukung dan melatih militer Georgia, meskipun Rusia keberatan.

“Georgia mengirimkan pasukan di Afghanistan dan kami melatih tentara mereka agar dapat dikirim ke Afghanistan. Kami akan membantu rakyat Georgia hingga merasa mereka dapat melindungi diri sendiri,” katanya.

AS, AS kini, AS terkini, AS terbaru, AS baru, AS AS, gambar AS, foto AS, video AS, biodata AS, biografi AS, sejarah AS, web AS, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita AS, berita ASia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita ASan, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, AS, ASia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, ASan, baru, macam-macam, Bf-1

AS Gagal Bujuk Rusia Beri Sanksi Iran

2

AS Gagal Bujuk Rusia Beri Sanksi Iran

MOSKOW – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat gagal mendapat janji Rusia untuk mendukung sanksi kepada Iran terkait pengembangan senjata nuklir. Diplomat nomor satu AS itu melakukan pertemuan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Mantan Ibu Negara AS itu sebelumnya menyatakan ingin mengetahui pendekatan yang dapat digunakan untuk membujuk Rusia dalam mendukung pemberian sanksi, jika Iran masih tetap mengembangkan persenjataan nuklir.

Sementara itu Lavrov dalam konferensi pers bersama dengan Hillary, Selasa waktu setempat menyatakan segala pembicaraan sanksi terhadap Iran merupakan kontra-produktif.

“Segala usaha harus ditujukan untuk mendukung ke arah dialog,” kata Lavrov seperti dikutip Reuters, Rabu (14/10/2009).

Berbeda dengan pernyatraan Lavrov, sebelumnya Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyatakan bahwa sanksi terhadap Iran tidak bisa dihindari jika negara itu tak menghentikan nuklir.

Seorang pejabat senior AS menyatakan Medvedev mendukung sanksi itu meski Rusia merupakan negara yang selama ini menyediakan perlengkapan pengembangan energi nuklir Iran.

AS, AS kini, AS terkini, AS terbaru, AS baru, AS AS, gambar AS, foto AS, video AS, biodata AS, biografi AS, sejarah AS, web AS, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita ASia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita ASan, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, ASia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, ASan, baru, macam-macam, Bf-1

AS Tuntaskan Bom Penghancur Bungker

10

AS Tuntaskan Bom Penghancur Bungker

WASHINGTON – Militer Amerika Serikat segera merampungkan pembuatan bom massal penghancur bungker (bunker buster). Bom itu dapat menembus fasilitas yang jauh berada di bawah tanah di negeri-negeri yang menjadi musuhnya.

“Saat ini masih dalam tahap pengembangan dan segera dapat ditempatkan dalam beberapa bulan mendatang,” sebut pejabat pers Pentagon Geoff Morrell, yang dikutip pada Jumat (9/10/2009).

Menurut Morrell, bom Massive Ordnance Penetrator (MOP) nonnuklir seberat 30.000 pon didesain untuk menaklukkan fasilitas yang dibuat keras, yang digunakan negara musuh untuk melindungi senjata pemusnah massal.

Menyusul invasi AS ke Irak tahun 2003, pemerintahan mantan Presiden George W Bush mengajukan permintaan kepada Kongres untuk mendanai proyek ‘Robust Nuclear Earth Penetrator’, atau ‘RNEP’.

Meskipun versi baru dari peledak bungker nuklir itu tidak pernah dibuat, Departemen Energi AS telah menerima dana untuk mengerjakan proyek itu. Laboratorium Penelitian Angkatan Udara juga menggelar uji coba sebagai bagian dari proyek itu.

Meskipun proyek RNEP sepertinya dibatalkan pada Oktober 2005, Jane’s Information Group berspekulasi bahwa pekerjaan itu dilanjutkan dengan nama lain.

Pada September 2008, Kongres AS menyetujui sebuah rencana untuk menjual 1.000 bom penghancur bungker yang dikendalikan dengan GPS (global positioning system), GPS Guided Bomb Unit-39 (GBU-39).

Pada akhir Januari 2009, The Times melaporkan bahwa Pemerintah Israel telah meminta Bush untuk menjual penghancur bungker kepada Tel Aviv.

Pada saat yang sama, Jerusalem Post juga melaporkan bahwa sebuah pengiriman persenjataan telah datang dalam beberapa bulan sebelumnya. Dilaporkan juga bom-bom itu telah digunakan dalam penyerbuan tiga pekan ke Gaza, yang menewaskan 1.500 nyawa rakyat Palestina.

Israel saat ini diyakini memiliki sedikitnya 100 bom penghancur bungker.

AS, AS kini, AS terkini, AS terbaru, AS baru, AS AS, gambar AS, foto AS, video AS, biodata AS, biografi AS, sejarah AS, web AS, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita ASia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita ASan, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, ASia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, ASan, baru, macam-macam, Bf-1