Tag Archives: Rupiahta tv

ADB : Ekonomi Asia Masih Rapuh

4

ADB : Ekonomi Asia Masih Rapuh

WASHINGTON – Ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB) menilai Asia mungkin bisa memimpin pemulihan ekonomi dunia, tetapi prospek pertumbuhannya masih rapuh akibat suramnya situasi ekonomi global.

“Pertanyaannya adalah apakah pemulihan akan dapat dipertahankan pada 2010 dan seterusnya. Outlook masih tetap belum pasti, terutama dari risiko pelemahan yang mungkin akan menunda pemulihan penuh di Asia,” kata Kepala Ekonom ADB Jong-Wha Lee di Washington. ADB telah mengeluarkan proyeksi “sangat optimistis” bagi Asia untuk tingkat pertumbuhan pada 2010. Namun, pemulihan Asia bisa sirna oleh lemahnya pemulihan global, terutama di negara-negara industri. Kondisi ini bisa diperparah oleh masih prematurnya “exit strategy” yang dikeluarkan negara-negara Asia.

Lembaga peminjam yang bermarkas di Manila telah mengumumkan China dan India akan menjadi pemimpin dengan pertumbuhan. Asia diprediksi tumbuh rata-rata 6,4 pada 2010 dan 3,9 tahun ini. Ini angka yang besar jika dibandingkan rata-rata global, tapi masih di bawah China dan India. “Jadi, meskipun kita (Asia) sekarang memimpin pemulihan, tidak ada ruang untuk berpuas diri karena pemulihan global dalam jangka pendek berjalan sangat lemah,” jelas Lee. Lee mengakui, Asia telah membuktikan diri sebagai wilayah yang lebih tahan menghadapi terpaan resesi global terburuk selama 100 tahun dibandingkan daerah lain.

Kekuatan utama Asia adalah memiliki industri berorientasi ekspor yang kuat. Sistem keuangan yang sehat, stimulus fiskal moneter yang efektif, dan kinerja yang kuat di China dan negara dengan perekonomian besar di Asia lainnya menjadi penahan Asia dari terpaan dampak negatif resesi global. Lee memaparkan, salah satu pemicu krisis global adalah defisit neraca Amerika Serikat (AS). Asia yang ekonominya bergantung pada ekspor secara signifikan berkontribusi atas ketidakseimbangan neraca global. Tahun ini, defisit neraca AS turun secara dramatis dan surplus China akan anjlok.

Namun, ini belum cukup untuk menciptakan keseimbangan neraca global. Dengan begitu, ekonomi Asia perlu pergeseran dari pertumbuhan yang dipicu ekspor ke permintaan regional dan domestik. Pergeseran juga akan menyeimbangkan neraca global. ADB juga menyarankan negara-negara di Asia meningkatkan konsumsi melalu pengembangan pasar dan sistem keuangan, memelihara kelas menengah, dan memperbaiki sistem jaminan sosial untuk mencegah peningkatan simpanan publik (tabungan).

Langkah Ini akan menjadi bantalan yang lebih baik bagi Asia dari guncangan eksternal dan mengurangi pembengkakan surplus neraca yang menjadi salah satu penyebab krisis keuangan global. “Kami belum berpikir masalah ini akan bisa diselesaikan pada 2010. Risiko ekonomi global akan tetap ada,” papar Lee. “Asia telah berhasil meningkatkan orientasi ekspor sehingga kerentanan terhadap guncangan eksternal juga menguat.Meskipun ada banyak diskusi seputar pemulihan, faktanya negara-negara Asia tidak terpisah dari negara-negara industri,” ujar Lee.

“Jadi, Asia tidak bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan di wilayahnya dan kita masih bergantung pada permintaan eksternal,” tambah dia. Ekonom ADB Michael Mussa menjelaskan, dia tidak mengharapkan sebagian besar dunia akan terperosok dalam resesi atau mengalami pertumbuhan yang sangat lamban, termasuk Amerika Serikat (AS). Data-data pertumbuhan Paman Sam di Kuartal III-2009 menunjukkan arah pertumbuhan setelah dua tahun dalam resesi. “Pemulihan dalam bentuk ?V? masih terjadi bahkan sangat baik di negara berkembang di Asia,” tutur Mussa, mantan Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF).

Dia juga meramalkan Asia akan mengalami pertumbuhan yang semakin kuat. Negara pendorong pertumbuhan terbesar di Asia, China, berhasil membukukan pertumbuhan sekitar delapan persen pada kuartal I-2009, padahal akhir 2008 ekonominya stagnan (tumbuh 0 persen). Mussa mencatat, pada saat bersamaan sekitar enam negara di Asia melaporkan pertumbuhan antara 10-20 persen.

“Saya khawatir, awal kebangkitan kembali Asia dari penurunan yang sangat tajam pada perdagangan dan produksi industri dunia tidak akan berlanjut. Saya ragu Asia bisa tumbuh 10-20 persen secara kuartalan selama tiga hingga empat tahun mendatang,” tambah Mussa.

Lee memperingatkan ada risiko jika pemerintah di Asia mengakhiri stimulus ekonomi atau memperketat kebijakan moneter sebab kebijakan ini akan membuat prospek pemulihan menjadi suram.

“Setiap pengetatan moneter dan kebijakan fiskal yang tergesa-gesa akan langsung mengganggu pemulihan yang sedang berjalan, terutama dalam situasi pemulihan ekonomi global yang saat ini berjalan lemah,” ungkap Lee.

“Waktu yang tepat mengakhiri stimulus ekonomi bukan hanya sangat penting bagi negara industri, tapi juga bagi negara-negara di Asia.” pungkasnya.

Rupiah, Rupiah kini, Rupiah terkini, Rupiah terADB, Rupiah ADB, Rupiah Rupiah, gambar Rupiah, foto Rupiah, video Rupiah, biodata Rupiah, biografi Rupiah, sejarah Rupiah, web Rupiah, Rupiahta terkini, Rupiahta terADB, Rupiahta penting, Rupiahta dunia, Rupiahta Rupiahia, Rupiahta malaysia, Rupiahta melayu, Rupiahta indon, Rupiahta indonesia, Rupiahta kl, Rupiahta tv, Rupiahta Rupiahan, Rupiahta gay, Rupiahta artis, Rupiahta hiburan, Rupiahta sukan, Rupiahta ekonomi, Rupiahta sains, Rupiahta teknologi, Rupiahta kesihatan, Rupiahta sejarah, Rupiahta politik, Rupiahta bf1, dunia, Rupiahia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, ADB, macam-macam, Bf-1

Saham Energi Semangati Bursa Wall Street

3

Saham Energi Semangati Bursa Wall Street

NEW YORK – Bursa Wall Street berhasil mencetak rekor sejak perdagangan dua hari lalu, di tengah kelesuan pasar saham. Penguatan indeks masih disebabkan oleh saham energi, menyusul penguatan harga minyak mentah dunia.

Indeks Dow Jones ditutup naik pada perdagangan Kamis 15 Oktober waktu setempat sebesar 47,08 poin atau 0,47 persen, ke posisi 10.062,94. Posisi tertinggi dalam 52 minggu terakhir. Standard & Poor’s 500 Index meningkat 4,54 poin atau 0,42 persen, ke posisi 1,096.56, tertinggi dalam tahun ini. Nasdaq Composite Index menambahkan 1,06 poin, atau 0,05 persen, untuk mengakhiri di 2,173.29.

Saham-saham energi bermekaran, menyusul harga minyak menguat tajam USD2,4 per barel atau tiga persen ke posisi USD77,58 per barel. Penguatan ini terjadi setelah data menunjukkan stok BBM turun tajam di minggu terakhir. Saham energi naik, dengan Chevron Corp naik 1,6 persen di USD76,69 di New York Stock Exchange. Dengan penurunan persediaan energi yang menurun diartikan sebagai adanya peningkatan daya beli di masyarakat.

“Tampaknya pasar bereaksi terhadap data persediaan energi, kekuatan minyak mentah dan wacana pemulihan ekonomi menguat,” kata Vice President Riset Keuangan dan Indeks Analis Ekuitas Senior MF Global Nick Kalivas, di Chicago, seperti dikutip Reuters, Jumat (16/10/2009).

Kendati demikian, dari gerak indek saham dihambat oleh saham sektor energi yang melemah, yakni Apple (AAPL.O) dan Google (GOOG.O).

Rupiah, Rupiah kini, Rupiah terkini, Rupiah tersaham, Rupiah saham, Rupiah Rupiah, gambar Rupiah, foto Rupiah, video Rupiah, biodata Rupiah, biografi Rupiah, sejarah Rupiah, web Rupiah, Rupiahta terkini, Rupiahta tersaham, Rupiahta penting, Rupiahta dunia, Rupiahta Rupiahia, Rupiahta malaysia, Rupiahta melayu, Rupiahta indon, Rupiahta indonesia, Rupiahta kl, Rupiahta tv, Rupiahta Rupiahan, Rupiahta gay, Rupiahta artis, Rupiahta hiburan, Rupiahta sukan, Rupiahta ekonomi, Rupiahta sains, Rupiahta teknologi, Rupiahta kesihatan, Rupiahta sejarah, Rupiahta politik, Rupiahta bf1, dunia, Rupiahia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, saham, macam-macam, Bf-1

Soros: Ekonomi AS Hambat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

2

Soros: Ekonomi AS Hambat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

NEW YORK  – Miliarder sekaligus investor George Soros mengatakan karut-marut perekonomian Amerika Serikat akan bertindak sebagai hambatan pada pertumbuhan dunia.

Demikian pernyataan pedas pemiliki Soros Fund Management, dalam sebuah konferensi di New York, Kamis 15 Oktober waktu setempat.

“Perekonomian dunia akan memiliki beberapa pertumbuhan, tapi kita (Amerika) pasti datar,” demikian dikatakan oleh Soros, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/10/2009).

Investor di seluruh penjuru dunia pun langsung mendengarkan komentar sang pelaku hedge fund ini dalam taruhan besar pada mata uang, suku bunga, dan saham ini.

Dengan mencontohkan China, Soros mengatakan dirinya percaya bahwa aset perusahaan-perahaan di China telah menanjak.

Sementara ditanya mengenai pergantian dolar Amerika terhadap mata uang China yuan, Soros mengatakan bahwa renminbi adalah undervalued. “Dan itu akan menjadi tidak berkesinambungan,” kata Soros singkat.

Rupiah, Rupiah kini, Rupiah terkini, Rupiah terSoros, Rupiah Soros, Rupiah Rupiah, gambar Rupiah, foto Rupiah, video Rupiah, biodata Rupiah, biografi Rupiah, sejarah Rupiah, web Rupiah, Rupiahta terkini, Rupiahta terSoros, Rupiahta penting, Rupiahta dunia, Rupiahta Rupiahia, Rupiahta malaysia, Rupiahta melayu, Rupiahta indon, Rupiahta indonesia, Rupiahta kl, Rupiahta tv, Rupiahta Rupiahan, Rupiahta gay, Rupiahta artis, Rupiahta hiburan, Rupiahta sukan, Rupiahta ekonomi, Rupiahta sains, Rupiahta teknologi, Rupiahta kesihatan, Rupiahta sejarah, Rupiahta politik, Rupiahta bf1, dunia, Rupiahia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, Soros, macam-macam, Bf-1