Tag Archives: nilai

Villa Menangkan Valencia

7

Villa Menangkan Valencia

VALENCIAValencia harus mengucapkan terima kasih kepada David Villa. Sebuah gol persembahan Villa membawa Los Che mengungguli Genoa 3-2 dalam pertandingan Europa League Grup B.

Dalam laga di Mestalla Stadium, Jumat (2/10/2009) dini hari WIB, Valencia sempat tertinggal 0-1 melalui penyerang Sergio Floccari beberapa saat menjelang babak pertama berakhir.

Namun, Valencia berhasil bangkit pada babak kedua. Tim besutan Unai Emery itu mampu menyamakan kedudukan melalui gelandang andalan David Silva pada menit ke-52.

Bahkan, empat menit kemudian Valencia berhasil mengungguli Genoa melalui penyerang jangkung Nicola Zigic pada menit ke-56. Namun, gelandang Genoa Kharja sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Akhirnya, Valencia berhasil memenangkan pertandingan. Adalah Dabid Villa yang berhasil menyumbangkan gol kemenangan buat Los Che, setelah mencetak gol pada menit ke-81.

Hasil ini, membuka peluang Valencia lolos ke babak selanjutnya. Namun, Villa dkk harus puas berada di peringkat kedua Europa League Grup B dengan nilai B. Pasalnya, Los Che kalah selisih gol dari Lille, yang berhasil menghantam Slavia Praha 5-1.

Villa, Villa kini, Villa terkini, Villa terbaru, Villa baru, Villa skandal, gambar Villa, foto Villa, video Villa, biodata Villa, biografi Villa, sejarah Villa, web Villa, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita asia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita harian, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, asia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, harian, baru, macam-macam, Bf-1

Obligasi sebagai Sarana Investasi yang Menguntungkan

6

Obligasi sebagai Sarana Investasi yang Menguntungkan

Salah satu wahana investasi di pasar modal yang sebenarnya menguntungkan tetapi sering kurang dieksplorasi investor ritel, yakni instrumen pendapatan tetap (fixed income) atau surat utang.

Instrumen pendapatan tetap mempunyai beragam jenis yang berbeda, dari yang mempunyai jangka pendek hingga jangka panjang. Salah satu contoh dari surat utang jangka pendek (dengan jangka waktu kurang dari setahun) yang paling populer di Indonesia adalah sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta surat perbendaharaan negara (SPN). Sementara itu, instrumen jangka menengah dan panjang yang banyak diperdagangkan, yakni obligasi yang biasanya diterbitkan pemerintah atau korporasi.

Contoh obligasi yang paling populer di Indonesia saat ini adalah surat utang negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah. Dari segi bunganya, obligasi terdiri atas dua jenis,yaitu obligasi yang membayarkan kupon bunga dan obligasi yang tidak membayarkan kupon bunga (zero coupon bonds). Obligasi yang membayarkan kupon akan membayarkan bunga secara periodik, misalnya enam bulan sekali. Besaran kupon yang dibayar ditentukan dengan menggunakan dua cara: ditetapkan sejak awal dengan besaran bunga yang tetap, atau berbunga mengambang dengan mengikuti suku bunga acuan tertentu, misalnya suku bunga SBI.

Sementara itu, zero coupon bonds dijual pada harga diskonto terhadap nilai pokoknya. Semakin jauh tanggal jatuh temponya, semakin besar diskonto yang dikenai terhadap obligasi tersebut. Masing-masing obligasi mempunyai tingkat senioritas tersendiri relatif terhadap utang yang dimiliki penerbit. Obligasi yang dijamin dengan aset yang dimiliki penerbit biasanya mempunyai peringkat yang lebih senior daripada obligasi yang tidak memiliki jaminan (unsecured). Selain itu, ada pula obligasi junior dan obligasi subordinasi yang mempunyai peringkat yang lebih rendah daripada obligasi unsecuredbiasa.

Di Indonesia, penerbit surat utang yang dominan adalah pemerintah. Namun,banyak perusahaan swasta yang telah menggunakan penerbitan obligasi sebagai sarana untuk memperoleh pinjaman dari investor untuk mendanai operasi maupun ekspansi yang dilakukannya tanpa harus meminjam ke bank. Obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder seperti juga saham. Namun, berbeda dengan saham, pasar sekunder atas obligasi didominasi lembaga keuangan besar terutama bank, reksa dana, sekuritas, dana pensiun, dan asuransi.

Hanya sedikit individu yang bermain langsung di pasar obligasi. Apa penyebabnya? Karena selama ini obligasi diperdagangkan dengan nominal yang cukup besar, yaitu kelipatan Rp1 miliar. Obligasi dengan nominal ratusan juta umumnya dianggap odd lot dan agak sulit diperdagangkan. Tidak heran kalau pemain di instrumen ini merupakan institusi keuangan yang mempunyai kekuatan likuiditas keuangan yang besar.

Untuk memungkinkan investor perorangan yang tidak mempunyai dana miliaran rupiah berinvestasi di obligasi, sejak 2006 pemerintah menerbitkan obligasi ritel Indonesia (ORI), yaitu surat utang pemerintah yang dapat diterbitkan dan dipasarkan pada pecahan mulai dari Rp5 juta sehingga terjangkau bagi investor ritel. ORI memperoleh tanggapan yang baik dari investor ritel sehingga saat ini sudah diterbitkan sebanyak enam seri dengan jumlah nominal yang beredar saat ini sebesar Rp40 triliun.

Sebagai alternatif lain,investor ritel dapat berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap yang masih akan memperoleh keringanan pembayaran pajak hingga 2013. Keuntungan yang dapat diperoleh lewat berinvestasi di obligasi berasal dari dua sumber,yaitu pendapatan bunga periodik serta keuntungan lewat selisih harga jual dan beli yang disebut capital gain. Meskipun secara keseluruhan fluktuasi harga obligasi tidak sebesar saham, kenaikan harga obligasi dapat memberikan tingkat keuntungan yang baik. Selain itu, bunga obligasi rata-rata lebih tinggi daripada suku bunga deposito sehingga menarik bagi investor jangka menengah dan panjang.

Satu hal yang penting, pajak atas bunga dan diskonto obligasi ditetapkan sebesar 15 persen, lebih rendah daripada pajak atas deposito yang 20 persen. Harga obligasi dinyatakan sebagai persentase atas nilai pokok atau nominalnya. Bila harga obligasi sama seperti nilai pokok, harga tersebut disebut harga par atau 100 persen . Bila harga obligasi turun, misalnya menjadi 92 persen, artinya kita dapat membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar cukup dengan membayar Rp920 juta.

Obligasi ini disebut obligasi yang diperdagangkan pada diskon.Sebaliknya,bila harga obligasi 109 persen dari nilai par, kita membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar dengan harga Rp1.090.000.000. Obligasi ini disebut sebagai obligasi yang diperdagangkan dengan harga premium. Apabila seseorang membeli obligasi dengan nominal Rp100 juta dengan harga 100 persen atau Rp100 juta kemudian menjualnya di pasar sekunder pada harga 105 persen atau Rp105 juta, berarti dia mengantongi keuntungan Rp5 juta.

Selama sebuah obligasi tidak default atau gagal bayar, saat jatuh tempo penerbit obligasi wajib untuk membayar kembali pokok obligasi pada nilai nominal. Karena itu, banyak investor yang membeli obligasi kemudian menyimpannya sampai jatuh tempo tanpa memedulikan harga pergerakan harga pasarnya karena dia tetap akan menikmati bunga atau diskonto yang menjadi haknya. Tentu saja berinvestasi di obligasi mengandung beberapa risiko. Risiko yang paling penting adalah risiko default, yakni penerbit obligasi gagal membayar bunga atau pokok.

Kemudian ada risiko suku bunga, yaitu harga obligasi akan dipengaruhi suku bunga di mana harga akan turun saat suku bunga naik dan sebaliknya. Penurunan harga tersebut sering cukup signifikan. Risiko inflasi juga perlu diperhatikan karena bila inflasi meningkat, pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutupi penurunan nilai riil dari investasi. Risiko lain yang penting ialah risiko likuiditas. Penerbitan obligasi yang nominal totalnya terlalu sedikit sering tidak likuid sehingga bila investor harus menjual obligasi tersebut secara tiba-tiba,akan timbul kerugian karena harus dijual di bawah nilai pasar.

Selain itu, masih ada beragam risiko lain seperti risiko kurs bagi pembelian obligasi mata uang asing serta risiko bahwa obligasi dapat ditarik penerbitnya atau dicall bagi obligasi yang diterbitkan dengan fitur callable. Seluruh risiko yang ada dalam berinvestasi di obligasi perlu dipahami dan dihitung agar investor dapat memperoleh investasi yang menguntungkan dengan risiko yang terkendali.

Obligasi, Obligasi kini, Obligasi terkini, Obligasi terbaru, Obligasi baru, Obligasi Obligasi, gambar Obligasi, foto Obligasi, video Obligasi, biodata Obligasi, biografi Obligasi, sejarah Obligasi, web Obligasi, Obligasita terkini, Obligasita terbaru, Obligasita penting, Obligasita dunia, Obligasita Obligasiia, Obligasita malaysia, Obligasita melayu, Obligasita indon, Obligasita indonesia, Obligasita kl, Obligasita tv, Obligasita Obligasian, Obligasita gay, Obligasita artis, Obligasita hiburan, Obligasita sukan, Obligasita ekonomi, Obligasita sains, Obligasita teknologi, Obligasita kesihatan, Obligasita sejarah, Obligasita politik, Obligasita bf1, dunia, Obligasiia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, baru, macam-macam, Bf-1

Pemalsuan SKA Diwaspadai

7

Pemalsuan SKA Diwaspadai

JAKARTA – Beberapa komoditas seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), sepatu, dan ban berpotensi diselundupkan ke Indonesia dengan modus pemalsuan sertifikat asal atau Certificate of Origin (SKA/CoO).

Selain komoditas tersebut,produk udang juga kerap diselundupkan ke Indonesia. “Jadi penyelundupan dengan memalsukan sertifikat asal dari negara lain, tapi nama Indonesia yang digunakan,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris di Jakarta kemarin. Fahmi mengatakan, modus yang juga dilakukan penyelundup adalah dengan pemindahan kapal (transshipment). Ini terjadi pada produk ban kendaraan bermotor. Jika kondisi ini terus berlangsung, industri di dalam negeri dikhawatirkan akan terganggu. “Perlu ada kewaspadaan terhadap ada transshipment ban impor yang datang dari berbagai negara masuk ke Indonesia,” kata Menperin.

Menurutnya,belajar dari kasus pemindahan kapal TPT serta sepatu yang beberapa kali terjadi, kekhawatiran pemindahan kapal ban kemungkinan besar juga bisa terjadi. Hal ini terjadi karena kondisi perdagangan ban di pasar internasional tidak terlalu baik, sementara produksi ban terus berjalan. “Akibatnya banyak ban yang telah diproduksi tidak mampu diserap pasar sehingga ada negara yang terpaksa menjual produknya ke negara lain dengan cara memindah kapal ke Indonesia,” kata Fahmi.

Untuk itu,katanya, pihak pengawas pelabuhan yang selama ini menjadi tujuan produk impor, departemen, dan instansi terkait diharap mewaspadai dan berkoordinasi mengawasi ban impor. “Dengan kondisi pasar yang sedikit melemah, semua negara akan rebutan pasar,”ujarnya. Fahmi mengatakan,jika penyelundupan ban bisa ditekan, nilai ekspor 2009 akan mencapai USD1 miliar. “Kenaikan ekspor dibandingkan tahun lalu memang tidak signifikan karena pasar masih melemah,” kata dia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan, tahun lalu nilai ekspor ban mencapai USD1,053 miliar, dengan tujuan Timur Tengah untuk ban roda empat dan Asia Tenggara untuk ban roda dua. Saat ini, kata dia, terdapat 13 produsen ban nasional yang mempunyai kapasitas produksi 45 juta ban mobil dan 30 juta ban sepeda motor. “Khusus ban mobil, sekitar 70 persen hasil produksinya diekspor,” kata Aziz.

Surat keterangan asal (SKA) merupakan sertifikasi asal barang, di mana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang atau komoditas yang diekspor adalah berasal dari daerah atau negara pengekspor. Adapun dasar dari kebijakan ini adalah kesepakatan bilateral, regional, multilateral, unilateral, atau karena ketentuan sepihak dari suatu negara pengimpor/ tujuan yang mewajibkan SKA ini disertakan pada barang ekspor Indonesia. SKA ini yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal dihasilkan dan atau diolah di Indonesia.

Wajib SNI

Sementara itu,Fahmi mengatakan, Indonesia wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk ban yang akan dipasarkan di dalam negeri. “Pemberlakuan SNI sangat mutlak dalam upaya untuk melindungi kenyamanan, keamanan,dan keselamatan penumpang kendaraan bermotor,” kata Menperin. Menurutnya, pemberlakuan SNI ban secara wajib juga bertujuan untuk melindungi industri ban nasional terhadap persaingan global di tengah kian ketatnya produksi ban di pasar internasional.

Pemerintah melalui Menteri Perindustrian dan Perdagangan telah mengeluarkan surat keputusan No 595/MPP/ Kep/9/2004 tentang Pemberlakuan SNI Ban Secara Wajib yang meliputi lima jenis. Ban yang wajib dikenakan SNI adalah ban mobil penumpang,ban truk dan bus, ban truk ringan, ban sepeda motor,serta ban dalam kendaraan bermotor.

“Keputusan yang dikeluarkan pada 2004 itu dinyatakan mulai berlaku dan wajib dilaksanakan pada April 2006,” kata Fahmi.

Pemalsuan, Pemalsuan kini, Pemalsuan terkini, Pemalsuan terbaru, Pemalsuan baru, Pemalsuan Pemalsuan, gambar Pemalsuan, foto Pemalsuan, video Pemalsuan, biodata Pemalsuan, biografi Pemalsuan, sejarah Pemalsuan, web Pemalsuan, Pemalsuanta terkini, Pemalsuanta terbaru, Pemalsuanta penting, Pemalsuanta dunia, Pemalsuanta Pemalsuania, Pemalsuanta malaysia, Pemalsuanta melayu, Pemalsuanta indon, Pemalsuanta indonesia, Pemalsuanta kl, Pemalsuanta tv, Pemalsuanta Pemalsuanan, Pemalsuanta gay, Pemalsuanta artis, Pemalsuanta hiburan, Pemalsuanta sukan, Pemalsuanta ekonomi, Pemalsuanta sains, Pemalsuanta teknologi, Pemalsuanta kesihatan, Pemalsuanta sejarah, Pemalsuanta politik, Pemalsuanta bf1, dunia, Pemalsuania, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Pemalsuanan, baru, macam-macam, Bf-1