Tag Archives: mahmud abbas

Popularitas Abbas Merosot

PALESTINIANS-ISRAEL/FATAH-ABBAS

Popularitas Abbas Merosot

TEPI BARAT – Popularitas Presiden Palestina Mahmud Abbas pekan ini terus merosot, sedangkan partai yang dipimpinnya, Fatah, tetap lebih unggul dibandingkan Hamas.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan Pusat Komunikasi dan Media Yerusalem (JMCC) itu popularitas Abbas anjlok hingga 12,1%, padahal pada Juni lalu sebesar 17,8%. Karena itu, nasib Abbas pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2010 diprediksi akan sama dengan Perdana Menteri Hamas Ismail Haniya dan Marwan Barghuti, pemimpin Fatah yang dipenjara Israel. Mereka hanya akan memperoleh dukungan sekitar 16-17% suara.

Berdasarkan hasil jajak pendapat, Fatah masih lebih populer dibandingkan Hamas. Sebanyak 40% peserta jajak pendapat mengungkapkan akan memilih Fatah pada pemilu mendatang. Hanya 18,7% responden yang memberikan simpati kepada Hamas pada Pemilu 28 Juni 2010.

Mesir hingga saat ini terus mendesak Hamas untuk menyetujui kesepakatan rekonsiliasi yang telah ditandatangani Fatah.

Kesepakatan itu menyebut rencana menggelar pemilu parlemen dan presiden pada 28 Juni 2010. Selain itu juga disebutkan penempatan kembali 3.000 mantan anggota keamanan Fatah untuk bertugas di Jalur Gaza yang kini diperintah Hamas. Abbas mengungkapkan, jika Hamas menolak kesepakatan pemilu pada Juni 2010, pemerintahannya akan menggelar pemilu pada 24 Januari.

Jajak pendapat yang melibatkan 1.200 warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza tersebut juga melaporkan 58,4% warga Palestina tidak percaya dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang berjanji akan membuat perubahan. Hanya 23,7% responden yang percaya akan ada perubahan menuju kesepakatan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Sementara itu, Hamas tetap menunda pengiriman delegasi ke Kairo untuk menandatangani kesepakatan rekonsiliasi Palestina. “Hamas menunda pengiriman delegasi ke Mesir karena Jenderal Omar Suleiman tidak berada di Kairo,” ujar Ayman Taha, pejabat senior Hamas. Suleiman merupakan Kepala Intelijen Mesir.

Taha mengungkapkan, komunikasi antara Mesir dan Hamas terus berjalan. Sayangnya Taha tidak mengungkapkan kapan delegasi Hamas akan berangkat ke Kairo. Pejabat Hamas lainnya yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan, ada beberapa poin kesepakatan rekonsiliasi usulan Mesir yang perlu didiskusikan lebih lanjut.

“Hamas meminta ada jaminan implementasi kesepakatan rekonsiliasi tersebut,” paparnya.

Pada Jumat (16/10), Kairo mengumumkan, pihaknya sebagai mediator telah memperpanjang tenggat waktu bagi Hamas untuk menandatangani kesepakatan rekonsiliasi. Menurut kesepakatan itu, berbagai langkah rekonsiliasi akan diimplementasikan oleh komite bersama yang ditunjuk melalui dekrit presiden.

Komite itu terdiri atas anggota Fatah, Hamas, dan faksi-faksi lainnya. Ketegangan dua faksi terbesar, Fatah dan Hamas, memanas sejak Juni 2007 ketika Gaza dikuasai Hamas melalui pertempuran berdarah. Sebelumnya Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyepakati laporan komisi pencari fakta yang menuduh Israel dan pejuang Palestina melakukan kejahatan perang saat agresi Israel di Jalur Gaza.

Dalam agresi Israel pada 27 Desember sampai 18 Januari itu lebih dari 1400 warga Palestina dan 13 warga Israel tewas. Dua puluh lima negara mendukung agar laporan itu dibahas dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, tapi enam negara menentang, termasuk Amerika Serikat dan Israel yang menyebut laporan itu cacat.

Sebelas negara abstain, termasuk sebagian besar negara Eropa. Wakil Palestina di PBB Ibrahim Kraishi mengatakan, masalahnya sekarang adalah penghormatan terhadap aturan hukum yang ada. “Yang kami minta dari Anda ialah para kriminal dan pembunuh dari kedua belah pihak dan di mana pun tidak bisa tetap berada di luar jangkauan hukum,” tegasnya.

Popularitas, Popularitas kini, Popularitas terkini, Popularitas terbaru, Popularitas baru, Popularitas Popularitas, gambar Popularitas, foto Popularitas, video Popularitas, biodata Popularitas, biografi Popularitas, sejarah Popularitas, web Popularitas, Popularitasta terkini, Popularitasta terbaru, Popularitasta penting, Popularitasta dunia, Popularitasta Popularitasia, Popularitasta malaysia, Popularitasta melayu, Popularitasta indon, Popularitasta indonesia, Popularitasta kl, Popularitasta tv, Popularitasta Popularitasan, Popularitasta gay, Popularitasta artis, Popularitasta hiburan, Popularitasta sukan, Popularitasta ekonomi, Popularitasta sains, Popularitasta teknologi, Popularitasta kesihatan, Popularitasta sejarah, Popularitasta politik, Popularitasta bf1, dunia, Popularitasia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, baru, macam-macam, Bf-1

Abbas Kembali Memimpin Fatah

PALESTINIANS-ISRAEL/FATAH-ABBASMahmoud Abbas

Abbas Kembali Memimpin Fatah

BETHLEHEM – Faksi Fatah Palestina kembali memilih Presiden Palestina Mahmud Abbas sebagai pemimpin mereka dalam pemungutan di kongres. Ini merupakan Kongres Fatah pertama dalam 20 tahun terakhir. Abbas kembali dipilih pada hari kelima kongres, Sabtu (8/8) malam waktu setempat.
Lebih dari 2.000 delegasi Fatah berkumpul di Kota Bethlehem, Tepi Barat, dengan suara bulat menyetujui Abbas memimpin lagi kelompok sejak Yasser Arafat wafat pada 2004. Abbas berhasil mengalahkan dengan mudah kandidatnya yaitu Sekretaris Jenderal Fatah Marwan Barghuti yang pernah ditahan di penjara Israel.
Sedangkan kandidat lainnya, mantan Kepala Keamanan Preventif Jibril Rajub dan mantan pemimpin Fatah di Jalur Gaza Mohammed Dahlan, harus mengakui kuatnya dukungan kongres terhadap Abbas. Dalam pidato kemenangannya, Abbas berjanji membebaskan tanah dan rakyat Palestina dari pendudukan Israel.
“Kongres ini harus menjadi awal baru bagi Fatah untuk mendorong setiap orang memikul tanggung jawab sebagai anggota,” paparnya.
Kongres yang dimulai Selasa (4/8) silam itu diperpanjang karena perbedaan pendapat yang sangat sengit antara delegasi tua dan delegasi muda yang hendak lebih banyak berperan secara luas.
Kongres tersebut juga membahas agenda membersihkan Fatah dari korupsi dan menawarkan alternatif baru dalam menyinergikan diri dengan gerakan Hamas. Perdebatan di kongres berpusat pada cara memulihkan kekuasaan Abbas di Jalur Gaza, setelah Hamas merebut kendali di sana pada Juni 2007 silam.
Hamas saat itu berhasil mengalahkan pasukan Fatah dan membatasi kekuasaan Abbas hanya di Tepi Barat yang diduduki Israel. Fatah yang mendominasi pemerintah otonomi Palestina itu awalnya memiliki kekuasaan penuh di semua wilayah Palestina. Namun, kekuasaan itu bergeser ke Hamas setelah lawan politik Fatah itu menang dalam Pemilihan Umum (pemilu) Parlemen 2006.
Hingga saat ini, Fatah dan Hamas terus menyimpan konflik. Pada Jumat (7/8) silam, Fatah menuduh Hamas menahan sejumlah pemimpin seniornya di Jalur Gaza. Bahkan, Abbas menyebut Hamas sebagai “Pangeran Kegelapan” yang menyebabkan perpecahan tanah air dan bangsa Palestina. Penghinaan tersebut dilakukan Abbas secara terang-terangan dalam Kongres Fatah.
Kongres juga diwarnai perselisihan sengit saat sejumlah delegasi meminta pertanggung jawaban dari pemimpin Fatah. Ratusan delegasi memprotes keras karena tidak adanya laporan administrasi dan keuangan sejak Kongres Fatah terakhir pada 1989. Delegasi kritis itu menolak penjelasan bahwa laporan itu telah ada dalam pidato pembukaan Abbas.
Sebelumnya, Abbas mengakui berbagai kesalahan yang dilakukan partainya di masa silam. Dia mengajak semua anggota Fatah memulai “babak baru” yaitu meraih kemerdekaan Palestina. Abbas mengungkapkan, kelemahan yang terjadi di Fatah karena adanya penolakan publik, kinerja yang buruk, dan tidak adanya kepedulian dengan warga secara langsung, serta kurangnya disiplin anggota partai.
Kelemahan tersebut, menurut Abbas, mengakibatkan kekalahan Fatah dalam pemilu tiga tahun silam dan membuat Hamas menguasai Jalur Gaza. Pada Kamis (6/8) silam, para delegasi telah memberikan suara bulat untuk menyebut Israel sebagai pelaku pendudukan yang bertanggung jawab penuh atas meninggalnya Yasser Arafat.
Pemenang hadiah Nobel perdamaian yang telah memimpin perjuangan kemerdekaan Palestina selama hampir empat dasawarsa itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit militer di Prancis pada 11 November 2004 setelah diterbangkan dari kantor pusat Fatah di Tepi Barat.
Saat kematian Yasser Arafat di usia 75 tahun pejabat Palestina menuduh Israel telah meracuni pemimpin Palestina itu dan penyelidikan Palestina telah mengesampingkan kemungkinan Yasser Arafat menderita penyakit kanker, AIDS, sebagai penyebab kematiannya.
Fatah memperbarui piagamnya, pertama sejak proses perdamaian Timur Tengah 1991. Namun langkah itu membuat Israel marah karena Fatah menegaskan haknya untuk menolak pendudukan Israel di Tepi Barat. “Fatah berkomitmen mendorong perdamaian komprehensif namun menegaskan hak rakyat Palestina untuk melawan pendudukan Israel dalam segala bentuknya sesuai dengan hukum internasional,” bunyi piagam baru Fatah.

Abbas, Abbas berita, Abbas kini, Abbas dunia, Abbas Abbasia, Abbas malaysia, Abbas melayu, Abbas indon, Abbas indonesia, Abbas kl, Abbas foto, Abbas gambar, Abbas terkini, Abbas web, Abbas harian, Abbas baru, Abbas bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Abbasia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik