Tag Archives: investasi

Butuh Rp1,8 M untuk Ganti Nama Bank Century

3

Butuh Rp1,8 M untuk Ganti Nama Bank Century

JAKARTA – PT Bank Century Tbk (BCIC) membutuhkan investasi mencapai Rp1,8 miliar untuk proses penggantian nama menjadi Bank Mutiara pada awal Oktober nanti.

“Dana tersebut akan digunakan buat proses ganti nama dan logo di beberapa cabang kita. Biayanya cukup rendah dibandingkan BII dan bank-bank lain kan, sudah dihitung-hitung,” ujar Direktur Bank Century Benny Purnomo, saat berbincang-bincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (25/9/2009).

Dijelaskannya, meskipun manajemen sudah menghitung berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk proses ganti nama bank gagal ini, nantinya bank tersebut tidak akan mengubah core bisnisnya. “Sekarang CAR Century naik menjadi delapan persen. Setidaknya ini yang menjadi keyakinan kita untuk pergantian nama dan logo nantinya agar masyarakat minat ke Century lagi,” katanya.

Dijelaskannya, manajemen sudah jauh-jauh hari memutuskan pergantian nama baru bagi bank gagal ini, namun tersendat masalah perizinan.

Ganti Nama, Ganti Nama kini, Ganti Nama terkini, Ganti Nama terbaru, Ganti Nama baru, Ganti Nama skandal, gambar Ganti Nama, foto Ganti Nama, video Ganti Nama, biodata Ganti Nama, biografi Ganti Nama, sejarah Ganti Nama, web Ganti Nama, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita asia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita harian, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, asia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, harian, baru, macam-macam, Bf-1

Obligasi sebagai Sarana Investasi yang Menguntungkan

6

Obligasi sebagai Sarana Investasi yang Menguntungkan

Salah satu wahana investasi di pasar modal yang sebenarnya menguntungkan tetapi sering kurang dieksplorasi investor ritel, yakni instrumen pendapatan tetap (fixed income) atau surat utang.

Instrumen pendapatan tetap mempunyai beragam jenis yang berbeda, dari yang mempunyai jangka pendek hingga jangka panjang. Salah satu contoh dari surat utang jangka pendek (dengan jangka waktu kurang dari setahun) yang paling populer di Indonesia adalah sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta surat perbendaharaan negara (SPN). Sementara itu, instrumen jangka menengah dan panjang yang banyak diperdagangkan, yakni obligasi yang biasanya diterbitkan pemerintah atau korporasi.

Contoh obligasi yang paling populer di Indonesia saat ini adalah surat utang negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah. Dari segi bunganya, obligasi terdiri atas dua jenis,yaitu obligasi yang membayarkan kupon bunga dan obligasi yang tidak membayarkan kupon bunga (zero coupon bonds). Obligasi yang membayarkan kupon akan membayarkan bunga secara periodik, misalnya enam bulan sekali. Besaran kupon yang dibayar ditentukan dengan menggunakan dua cara: ditetapkan sejak awal dengan besaran bunga yang tetap, atau berbunga mengambang dengan mengikuti suku bunga acuan tertentu, misalnya suku bunga SBI.

Sementara itu, zero coupon bonds dijual pada harga diskonto terhadap nilai pokoknya. Semakin jauh tanggal jatuh temponya, semakin besar diskonto yang dikenai terhadap obligasi tersebut. Masing-masing obligasi mempunyai tingkat senioritas tersendiri relatif terhadap utang yang dimiliki penerbit. Obligasi yang dijamin dengan aset yang dimiliki penerbit biasanya mempunyai peringkat yang lebih senior daripada obligasi yang tidak memiliki jaminan (unsecured). Selain itu, ada pula obligasi junior dan obligasi subordinasi yang mempunyai peringkat yang lebih rendah daripada obligasi unsecuredbiasa.

Di Indonesia, penerbit surat utang yang dominan adalah pemerintah. Namun,banyak perusahaan swasta yang telah menggunakan penerbitan obligasi sebagai sarana untuk memperoleh pinjaman dari investor untuk mendanai operasi maupun ekspansi yang dilakukannya tanpa harus meminjam ke bank. Obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder seperti juga saham. Namun, berbeda dengan saham, pasar sekunder atas obligasi didominasi lembaga keuangan besar terutama bank, reksa dana, sekuritas, dana pensiun, dan asuransi.

Hanya sedikit individu yang bermain langsung di pasar obligasi. Apa penyebabnya? Karena selama ini obligasi diperdagangkan dengan nominal yang cukup besar, yaitu kelipatan Rp1 miliar. Obligasi dengan nominal ratusan juta umumnya dianggap odd lot dan agak sulit diperdagangkan. Tidak heran kalau pemain di instrumen ini merupakan institusi keuangan yang mempunyai kekuatan likuiditas keuangan yang besar.

Untuk memungkinkan investor perorangan yang tidak mempunyai dana miliaran rupiah berinvestasi di obligasi, sejak 2006 pemerintah menerbitkan obligasi ritel Indonesia (ORI), yaitu surat utang pemerintah yang dapat diterbitkan dan dipasarkan pada pecahan mulai dari Rp5 juta sehingga terjangkau bagi investor ritel. ORI memperoleh tanggapan yang baik dari investor ritel sehingga saat ini sudah diterbitkan sebanyak enam seri dengan jumlah nominal yang beredar saat ini sebesar Rp40 triliun.

Sebagai alternatif lain,investor ritel dapat berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap yang masih akan memperoleh keringanan pembayaran pajak hingga 2013. Keuntungan yang dapat diperoleh lewat berinvestasi di obligasi berasal dari dua sumber,yaitu pendapatan bunga periodik serta keuntungan lewat selisih harga jual dan beli yang disebut capital gain. Meskipun secara keseluruhan fluktuasi harga obligasi tidak sebesar saham, kenaikan harga obligasi dapat memberikan tingkat keuntungan yang baik. Selain itu, bunga obligasi rata-rata lebih tinggi daripada suku bunga deposito sehingga menarik bagi investor jangka menengah dan panjang.

Satu hal yang penting, pajak atas bunga dan diskonto obligasi ditetapkan sebesar 15 persen, lebih rendah daripada pajak atas deposito yang 20 persen. Harga obligasi dinyatakan sebagai persentase atas nilai pokok atau nominalnya. Bila harga obligasi sama seperti nilai pokok, harga tersebut disebut harga par atau 100 persen . Bila harga obligasi turun, misalnya menjadi 92 persen, artinya kita dapat membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar cukup dengan membayar Rp920 juta.

Obligasi ini disebut obligasi yang diperdagangkan pada diskon.Sebaliknya,bila harga obligasi 109 persen dari nilai par, kita membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar dengan harga Rp1.090.000.000. Obligasi ini disebut sebagai obligasi yang diperdagangkan dengan harga premium. Apabila seseorang membeli obligasi dengan nominal Rp100 juta dengan harga 100 persen atau Rp100 juta kemudian menjualnya di pasar sekunder pada harga 105 persen atau Rp105 juta, berarti dia mengantongi keuntungan Rp5 juta.

Selama sebuah obligasi tidak default atau gagal bayar, saat jatuh tempo penerbit obligasi wajib untuk membayar kembali pokok obligasi pada nilai nominal. Karena itu, banyak investor yang membeli obligasi kemudian menyimpannya sampai jatuh tempo tanpa memedulikan harga pergerakan harga pasarnya karena dia tetap akan menikmati bunga atau diskonto yang menjadi haknya. Tentu saja berinvestasi di obligasi mengandung beberapa risiko. Risiko yang paling penting adalah risiko default, yakni penerbit obligasi gagal membayar bunga atau pokok.

Kemudian ada risiko suku bunga, yaitu harga obligasi akan dipengaruhi suku bunga di mana harga akan turun saat suku bunga naik dan sebaliknya. Penurunan harga tersebut sering cukup signifikan. Risiko inflasi juga perlu diperhatikan karena bila inflasi meningkat, pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutupi penurunan nilai riil dari investasi. Risiko lain yang penting ialah risiko likuiditas. Penerbitan obligasi yang nominal totalnya terlalu sedikit sering tidak likuid sehingga bila investor harus menjual obligasi tersebut secara tiba-tiba,akan timbul kerugian karena harus dijual di bawah nilai pasar.

Selain itu, masih ada beragam risiko lain seperti risiko kurs bagi pembelian obligasi mata uang asing serta risiko bahwa obligasi dapat ditarik penerbitnya atau dicall bagi obligasi yang diterbitkan dengan fitur callable. Seluruh risiko yang ada dalam berinvestasi di obligasi perlu dipahami dan dihitung agar investor dapat memperoleh investasi yang menguntungkan dengan risiko yang terkendali.

Obligasi, Obligasi kini, Obligasi terkini, Obligasi terbaru, Obligasi baru, Obligasi Obligasi, gambar Obligasi, foto Obligasi, video Obligasi, biodata Obligasi, biografi Obligasi, sejarah Obligasi, web Obligasi, Obligasita terkini, Obligasita terbaru, Obligasita penting, Obligasita dunia, Obligasita Obligasiia, Obligasita malaysia, Obligasita melayu, Obligasita indon, Obligasita indonesia, Obligasita kl, Obligasita tv, Obligasita Obligasian, Obligasita gay, Obligasita artis, Obligasita hiburan, Obligasita sukan, Obligasita ekonomi, Obligasita sains, Obligasita teknologi, Obligasita kesihatan, Obligasita sejarah, Obligasita politik, Obligasita bf1, dunia, Obligasiia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, baru, macam-macam, Bf-1

Xinjiang Bergolak, Warga China Perang di Internet

5

Dua orang Polisi berdiri di depan bangkai kendaraan yang dirusak dalam kerusuhan hari Minggu (5/7) di Urumqi, Xinjiang Uighur Autonomous Region, China, Senin (6/7). (FOTO ANTARA/REUTERS)

Xinjiang Bergolak, Warga China Perang di Internet

Shanghai (ANTARA News/Reuters) – Warga China menumpahkan kemarahan mereka secara online terhadap kerusuhan etnis di provinsi muslim Xinjiang yang setidaknya merenggut 156 nyawa namun mesti main petak umpet untuk menghindari sensor pemerintah yang berusaha menghapus pesan yang diposting dan blog-blog berisi kecaman.

Kebanyakan dari komentar itu menuntut hukuman keras terhadap mereka yang terlibat, seakan bersesuaian dengan tuduhan media massa pemerintah terhadap aktivis Uighur di pengasingan,
Rebiya Kadeer, sebagai otak kerusuhan di Urumqi, Minggu.

Hampir setengah dari 20 juta penduduk provinsi Xinjiang adalah Uighur Muslim, namun mereka sudah lama mengeluhkan etnis Han China karena lebih sering diuntungkan oleh investasi dan subsidi pemerintah pusat, sementara sebagian besar rakyat beragama Islam yang lebih memiliki kesamaan bahasa dan budaya dengan Asia Tengah, merasa terpinggirkan.

Disamping Tibet, Xinjiang adalah salah satu dari wilayah China yang secara politik sangat sensitif dan di kedua wilayah itu pemerintah berupaya mengetatkan cengkeramannya dengan mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan sambil menjanjikan pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi.

“Hancurkan konspirasi, tindak tegas para penyabot, serang lebih keras lagi,” demikian bunyi pesan yang diposting melalui satu blog milik seseorang yang dikenali dengan “Chang Qing” dalam portal www.sina.com.cn.

Sementara beberapa lainnya memperingatkan bahwa etnis Han, yang menjadi suku mayoritas di China, akan membalas dendam.

“Utang darah dibayar darah. Rekan-rekan sesama Han bersatulah dan bangkitlah,” tulis “Jason” dalam search engine www.baidu.com.

Beberapa pihak lainnya memuja arwah Wang Zhen, jenderal China yang menghinakan dan ditakuti banyak orang Uighur karena keberingasannya saat memimpin pasukan komunis China memasuki Xinjiang pada 1949 untuk memasukkan wilayah itu ke negara baru, Republik Rakyat China.

“Camkan ini baik-baik,” bunyi satu pesan yang diposting di atas kisah singkat penaklukan Wang yang diambil dari buku sejarah China.

Namun, tak sedikit orang yang berusaha memahami penderitaan orang-orang Uighur.

“Jika anggota keluargamu tidak punya hak, tidak punya kekuasaan, menghadapi diskriminasi dan ditertawakan, maka tidak hanya keluargamu yang hancur, kamu sendiri yang menanam benih-benih permusuhan,” tulis “Bloody Knife”.

Seseorang berinisial “zfc883919” menulis di portal Xinjiang www.tianya.cn, bahwa tidak bisa memahami mengapa polisi membiarkan begitu banyak korban mati di sana.

“Apa gerangan yang kalian kerjakan? Itu 156 jiwa manusia. Saya berharap pihak berwenang yang menangani ini benar-benar mau belajar sehingga targedi seperti ini tidak terulang.”

Pihak berwenang segera mengambil langkah cepat menghapus komentar-komentar berbau kekerasan itu, terutama untuk mencegah menyebarnya kebencian etnis atau pertanyaan awam di Internet terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah di kawasan yang didominasi etnis-etnis minoritas non Han.

Banyak blog yang hanya memposting kembali artikel-artikel dari media setempat mengenai kerusuhan itu, namun pada bagian dimana pembaca diundang untuk berkomentar, tertulis, “Tidak ada komentar untuk sementara waktu ini,” suatu hal yang tidak biasa di tengah populernya blog di kalangan 300 juta pengguna internet di China.

Sejumlah laman yang memposting tayangan grafis mengenai tubuh-tubuh yang habis dipukuli dan berdarah-darah, yang diambil selama atau setelah kerusuhan, juga dengan cepat dihapus. (*)

Xinjiang, Xinjiang berita, Xinjiang kini, Xinjiang dunia, Xinjiang asia, Xinjiang malaysia, Xinjiang melayu, Xinjiang indon, Xinjiang indonesia, Xinjiang kl, Xinjiang foto, Xinjiang gambar, Xinjiang terkini, Xinjiang web, Xinjiang harian, Xinjiang baru, Xinjiang bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita asia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik