Tag Archives: hukum

SBY: Penyelamatan Century untuk Kepentingan Besar

2

SBY: Penyelamatan Century untuk Kepentingan Besar

PITTSBURGH – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan Bank Century akhir tahun lalu adalah demi kepentingan besar, yaitu menyelamatkan perekonomian nasional.

Menurut SBY, saat itu dunia tengah dilanda resesi global. Hampir semua Negara tengah dilanda kepanikan, sehingga semua ingin mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kepercayaan. Demikian dilaporkan wartawan okezone Amirul Hassan dari Amerika Serikat.

“Langkah cepat dan tepat untuk kepentingan besar,” ujar SBY saat memberikan keterangan pers di Hotel Westin, Pittsburgh, Amerika Serikat, Jumat (25/9/2009) malam atau Sabtu pagi waktu Indonesia.

Kendati demikian, SBY menegaskan jika ada permasalahan hukum di balik kasus Bank Century ini semuanya harus diselesaikan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Termasuk akuntabilitasnya, leadership-nya, selesaikan. Hukum harus ditegakkan, tidak bisa kita menderita semuanya karena carelessness dari pengelola company itu,” tegas SBY.

Oleh karenanya, SBY berharap, semua bisa mengambil pelajaran dari kasus ini. “Kita ambil pelajarannya, tidak bisa bank seperti itu dibiarkan saja, ada persoalan supervisi, banyak hal yang jadi persoalan di waktu yang akan datang,” pungkasnya.

Penyelamatan Century, Penyelamatan Century kini, Penyelamatan Century terkini, Penyelamatan Century terbaru, Penyelamatan Century baru, Penyelamatan Century skandal, gambar Penyelamatan Century, foto Penyelamatan Century, video Penyelamatan Century, biodata Penyelamatan Century, biografi Penyelamatan Century, sejarah Penyelamatan Century, web Penyelamatan Century, berita terkini, berita terbaru, berita penting, berita dunia, berita asia, berita malaysia, berita melayu, berita indon, berita indonesia, berita kl, berita tv, berita harian, berita gay, berita artis, berita hiburan, berita sukan, berita ekonomi, berita sains, berita teknologi, berita kesihatan, berita sejarah, berita politik, berita bf1, dunia, asia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, harian, baru, macam-macam, Bf-1

4 Mahasiswa di Mesir Korban Pelanggaran HAM

1621117306-4-mahasiswa-di-mesir-korban-pelanggaran-ham

Foto mahasiswa RI yang disiksa di Mesir

4 Mahasiswa di Mesir Korban Pelanggaran HAM

VIVAnews – Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda berharap penganiayaan yang diderita empat mahasiswa Indonesia di Mesir, akhir Juni lalu, tidak terulang lagi. Wirajuda mengatakan apa yang terjadi di Mesir itu dapat dikategorikan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Pelanggaran HAM seorang tersangka dalam proses penyelidikan,” kata Wirajuda setelah membuka Lokakarya Election Visitor Program di Hotel Sheraton, Cengkareng, Tangerang, Senin 6 Juli 2009.

Empat mahasiswa Indonesia ditangkap petugas keamanan Mesir pada 28 Juni lalu. Mereka ditahan dengan dugaan terlibat organisasi terlarang di Mesir selama tiga hari dan dibebaskan 1 Juli lalu. Selama ditahan, empat mahasiswa ini mengaku mengalami penyiksaan fisik.

Departemen Luar Negeri telah melayangkan nota protes kepada pemerintah Mesir terkait peristiwa ini. Namun Wirajuda mengatakan belum mendapat jawaban dari pemerintah Mesir.

“Mungkin mereka butuh waktu untuk proses internal dan verifikasi,” kata Wirajuda.

Meski demikian, Wirajuda mengaku maklum dengan tindakan pemerintah Mesir. Menurut Wirajuda, hukum keamanan dalam negeri Mesir memang sangat ketat.

Setiap negara, lanjut Wirajuda memiliki ancaman keamanan tersendiri. Wirajuda mengimbau agar mahasiswa Indonesia di Mesir dan di negara lain mementingkan studinya.

“Mereka harus memahami bahwa ada perbedaan sistem pemerintahan,” kata Wirajuda. “Namun kami tetap berharap agar peristiwa ini tidak terulang.”

HAM, HAM berita, HAM kini, HAM dunia, HAM asia, HAM malaysia, HAM melayu, HAM indon, HAM indonesia, HAM kl, HAM foto, HAM gambar, HAM terkini, HAM web, HAM harian, HAM baru, HAM bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita asia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik

Putusan Pailit TPI Penuh Keanehan

1

Putusan Pailit TPI Penuh Keanehan

JAKARTA – Putusan pailit PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang dijatuhkan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dinilai aneh dan penuh kejanggalan.

Hal ini karena putusan itu hanya didasarkan pada asumsi majelis hakim bahwa TPI tidak bisa memenuhi kewajiban membayar utang obligasi jangka panjang (sub ordinated bond) senilai USD53 juta kepada Crown Capital Global Limited (CCGL). Padahal, kata Marx, buktibukti yang diajukan penggugat untuk mempailitkan TPI tidak berdasar dan penuh rekayasa.

“Pada 1993 ditandatangani perjanjian utang piutang antara TPI dengan Brunei Investment Agency (BIA) sebesar USD50 juta.Atas instruki pemilik lama, dana dari BIA tidak ditransfer ke rekening TPI tapi ke rekening pribadi pemilik lama,” kata kuasa hukum TPI Marx Andryan saat dihubungi kemarin.

Marx menuturkan, pada 1996, TPI yang masih dipegang Presiden Direktur Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut mengeluarkan sub ordinated bond(Sub Bond) sebesar USD53 juta. Utang dalam bentuk sub ordinated bond tersebut dibuat sebagai rekayasa untuk mengelabuhi publik atas pinjaman dari BIA.

Marx menjelaskan, rekayasa terjadi karena ditemukan fakta bahwa uang dari Peregrine Fixed Income Ltd masuk ke rekening TPI pada 26 Desember 1996.Namun,selang sehari tepatnya 27 Desember 1996, uang tersebut langsung ditransfer kembali ke rekening Peregrine Fixed Income Ltd.

“Setelah utang-utang itu dilunasi oleh manajemen baru TPI, dokumen-dokumen asli Sub Bond masih disimpan pemilik lama yang kemudian diduga diambil secara tidak sah oleh Shadik Wahono (yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Cipta Marga Nusaphala Persada),” terang Marx.

Kemudian, lanjut Marx, dokumen Sub Bonditu diperjualbelikan oleh pemilik lama dari Filago Ltd kepada Crown Capital Global Limited (CCGL) tertanggal 27 Desember 2004. Hal ini membuktikan bahwa, dokumen asli Sub Bond yang diambil oleh pemilik lama telah diperjualbelikan. Belakangan diketahui bahwa, Filago adalah perusahaan yang beralamat di Wijaya Graha Puri Blok A No 3-4 Jalan Wijaya 2 Jakarta Selatan. “Ternyata setelah dicek kantor ini adalah milik sah pemilik lama,” jelasnya.

Marx menegaskan, transaksi jual beli Sub Bondantara Filago Ltd dengan CCGL hanya menggunakan promissory note (surat perjanjian utang) sehingga tidak ada proses pembayaran. Bahkan,semua transaksi pengalihan Sub Bond tidak pernah diketahui dan dilaporkan ke TPIsebagaimana ketentuan syarat pengalihan Sub Bond.”Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa transaksi tersebut adalah ilegal,” kata dia. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) TPI pada 21 Juli 2006, PT Media Nusantara Citra (MNC) menjadi pemegang saham TPI terbesar yakni 75 persen.

Dalam laporan keuangan TPI juga tidak pernah tercatat utang TPI dalam bentuk Sub Bond senilai USD53 juta. Berdasarkan hasil audit laporan keuangan TPI yang dilakukan kantor akuntan publik dipastikan bahwa di dalam neraca TPI 2007 dan 2008 juga tidak tercatat adanya kreditur maupun tagihan dari CCGL. Seharusnya utang-hutang obligasi jangka panjang tercatat di dalam pembukuan. Bahkan,kata Marx,pada 2007, MNC sebagai pemilik saham 75 persen di TPI mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka (PT MNC Tbk).

Nah, untuk menjadi perusahaan terbuka harus melalui pemeriksaan yang sangat ketat dan teliti, baik menyangkut keuangan maupun non keuangan oleh lembaga terkait swasta maupun pemerintah. “Dalam proses ini, juga tidak ditemukan adanya utang TPI dalam bentuk Sub Bond senilai USD53 juta,” ungkapnya. Namun anehnya, pada 17 September 2009, TPI digugat pailit oleh CCGL yang mengaku sebagai pemilik Sub Bond senilai USD53 juta.

Padahal diketahui, Sub Bond yang sudah dilunasi manajemen baru itu telah diambil secara tidak sah oleh pemilik lama. “Hal ini membuktikan bahwa CCGL memiliki hubungan yang sangat erat dengan pemilik lama.Dengan kata lain,yang mempailitkan TPI adalah pemilik lama dengan menggunakan bendera CCGL,” terangnya.

CCGL Perusahaan Tak Jelas

Berdasarkan data dan informasi yang dapat dipercaya, CCGL adalah perusahaan yang tidak mempunyai legal standing yang jelas. Sebab, CCGL sebagai penggugat pailit pemiliknya tidak jelas. Selain itu CCGL hanya memiliki modal dasar USD50 ribu,sehingga sangat tidak mungkin perusahaan itu mampu mempunyai piutang sebesar USD53 juta.

“Domisili hukum perusahaan tersebut di British Virgin Island (BVI) tapi menumpang alamat di Camelot Trust Pte Ltd, di 14 Ann Sing Rd Unit 02-10 Singapura, dan semua pengurus perusahaan tersebut adalah nominee,” kata Marx.

Rupiah, Rupiah kini, Rupiah terkini, Rupiah terPutusan, Rupiah Putusan, Rupiah Rupiah, gambar Rupiah, foto Rupiah, video Rupiah, biodata Rupiah, biografi Rupiah, sejarah Rupiah, web Rupiah, Rupiahta terkini, Rupiahta terPutusan, Rupiahta penting, Rupiahta dunia, Rupiahta Rupiahia, Rupiahta malaysia, Rupiahta melayu, Rupiahta indon, Rupiahta indonesia, Rupiahta kl, Rupiahta tv, Rupiahta Rupiahan, Rupiahta gay, Rupiahta artis, Rupiahta hiburan, Rupiahta sukan, Rupiahta ekonomi, Rupiahta sains, Rupiahta teknologi, Rupiahta kesihatan, Rupiahta sejarah, Rupiahta politik, Rupiahta bf1, dunia, Rupiahia, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, Putusan, macam-macam, Bf-1