Tag Archives: bahan bakar

Harga Minyak Dekati Level US$60/barel

695640345-harga-minyak-dekati-level-us-60-barel

Harga Minyak Dekati Level US$60/barel

Harga minyak mentah di bursa utama dunia terus melorot, bahkan sudah mendekati level US$60/barel. Penurunan kali ini akibat laporan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) bahwa cadangan sejumlah produk minyak pekan lalu ternyata kian meningkat.

Pada perdagangan di bursa NYMEX New York Rabu siang waktu setempat (Kamis dini hari WIB) – seperti dikutip di laman The Wall Street Journal – harga minyak light sweet untuk kontrak Agustus turun US$2,79 (4,4 persen) menjadi US$60,14/barel. Sedangkan di bursa ICE London, harga minyak Brent juga turun US$2,80 (4,4 persen) menjadi US$60,43/barel.

Aksi lepas massal dari para investor itu terjadi begitu Departemen Energi AS mengungkapkan bahwa cadangan minyak pekan lalu memang turun 2,9 juta barel – atau lebih besar dari proyeksi analis sebesar 2,3 juta barel.

Namun, yang menjadi masalah, pemerintah juga mengungkapkan bahwa cadangan produk minyak seperti minyak hasil sulingan ternyata naik 3,7 juta barel – hampir dua kali lipat dari proyeksi sebesar 1,9 juta barel.

Begitu pula dengan pasokan bahan bakar minyak (BBM), naik 1,9 juta barel. Jumlah itu jauh lebih besar dari proyeksi 900.000 barel.

Ini menandakan bahwa permintaan BBM di AS masih rendah. Artinya, para pemilik kendaraan bermotor pada liburan musim panas tahun tampak menahan diri untuk sering-sering bepergian atau melancong ke tempat yang jauh karena khawatir atas resesi ekonomi.

“Bila saat ini merupakan masa puncak liburan dan pasokan kian meningkat, tandanya permintaan lemah,” kata Harry Tchilinguirian, pengamat dari BNP Paribas di London.

Harga minyak di bursa NYMEX telah turun 16 persen sejak 29 Juni lalu akibat suramnya berbagai laporan indikator ekonomi dan lemahnya permintaan.

Harga Minyak Dekati Level US$60/barel, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel musik, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel video, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel foto, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel cinta, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel berita, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel awek, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel kontraksi, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel Hiburan, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel malaysia, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel Melayu, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel Indon, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel Indonesia, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel gambar, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel cerita, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel pilihan, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel kl, Harga Minyak Dekati Level US$60/barel bf1,Berita Hiburan musik, Berita Hiburan video, Berita Hiburan, Berita, Hiburan cinta, Berita Hiburan berita, Berita Hiburan awek, Berita Hiburan kontraksi, Berita Hiburan Hiburan, Berita Hiburan malaysia, Berita Hiburan Melayu, Berita Hiburan, Berita Hiburan Indonesia,Berita Hiburan gambar, Berita Hiburan cerita, Berita Hiburan pilihan, Berita Hiburan kl, Berita Hiburan bf1, Artis musik, Artis video, Artis foto,Artis berita, Artis awek, Artis kontraksi, Artis Hiburan, Artis malaysia, Artis Melayu, Artis Indon, Artis Indonesia, Artis gambar, Artis cerita, Artis pilihan, Artis kl, Artis bf1, Artis foto, Artis Indon, Artis cinta, hiburan malaysia, hiburan melayu, hiburan korea, hiburan jepun, hiburan

Pendukung Zelaya Terus Melawan

9

Pendukung Zelaya Terus Melawan

TEGUCIGALPA, KOMPAS.com – Krisis politik dan ketegangan kian meningkat di Honduras setelah pendukung Presiden Honduras yang terguling, Manuel Zelaya, menyatakan akan terus menentang pemerintahan baru di negara itu. Penentangan dilakukan dengan memblokade jalan- jalan utama dan penyeberangan perbatasan guna menghalangi truk-truk pengangkut bahan bakar dan barang kebutuhan.

”Kami akan terus menentang secara damai meski ditindas,” kata Juan Barahona, salah seorang pemimpin protes, Selasa (7/7).

Saat Zelaya meninggalkan Nikaragua, setelah gagal mendarat dalam upaya kembali ke Honduras, sekitar 2.000 pendukungnya menggelar protes di dekat Istana Kepresidenan di ibu kota Honduras, Tegucigalpa. Mereka memprotes tewasnya dua rekan mereka saat terjadi bentrok dengan aparat keamanan di bandara menjelang kepulangan Zelaya, Senin.

Ke Washington

Upaya mengembalikan Zelaya ke jabatannya kini beralih ke Washington, AS. Zelaya akan bertemu Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Selasa waktu setempat.

Dalam konferensi pers di Managua, Nikaragua, Zelaya berharap bisa mendapat dukungan AS dalam upaya diplomatik mengembalikan dia ke kekuasaan. ”Besok kami harap bisa mendapat dukungan,” katanya sebelum meninggalkan Managua.

Pada saat yang sama, pemerintahan baru Honduras juga mengirimkan utusan ke Washington guna meyakinkan AS bahwa yang terjadi di Honduras adalah ”pergantian konstitusional” bukan kudeta. Presiden sementara Honduras Roberto Micheletti berharap Hillary akan membantu dialog untuk menyelesaikan krisis.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ian Kelly, mengatakan, AS fokus pada upaya dialog untuk mengembalikan Zelaya ke kekuasaan dan memulihkan tatanan demokratik.

Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, salah satu pilihan yang dipertimbangkan adalah kompromi antara Zelaya, Micheletti, dan militer Honduras. Zelaya diperbolehkan berkuasa selama sisa enam bulan masa jabatannya dengan kekuasaan terbatas. Sebagai imbalannya, Zelaya harus mencabut keinginan perubahan konstitusi yang memungkinkan dia maju kembali untuk periode berikutnya.

Warga Honduras terpecah mengenai kembalinya Zelaya. ”Kami akan protes sampai demokrasi kembali ke sini. Zelaya akan kembali dalam dua atau tiga hari,” kata Oscar Tabora, dosen.

”Tidak ada kudeta. Zelaya telah melanggar konstitusi selama bertahun-tahun. Persoalannya, Zelaya dilihat sebagai korban dan kami dilihat sebagai pihak yang jahat,” ujar Patricia Brown, yang menentang Zelaya.

Namun, kebanyakan warga Honduras hanya ingin kedamaian kembali ke negaranya. ”Kami hanya ingin bekerja dan kembali ke situasi normal,” kata Jose Rodriguez, sopir taksi.(ap/afp/reuters/fro)

Zelaya, Zelaya berita, Zelaya kini, Zelaya dunia, Zelaya Zelayaia, Zelaya malaysia, Zelaya melayu, Zelaya indon, Zelaya indonesia, Zelaya kl, Zelaya foto, Zelaya gambar, Zelaya terkini, Zelaya web, Zelaya harian, Zelaya baru, Zelaya bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Zelayaia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik

Kelaparan dan Investasi Pertanian

5

Kelaparan dan Investasi Pertanian

Dua abad lalu, tepatnya tahun 1798 ketika penduduk bumi belum 1miliar jiwa, Thomas Malthus mengingatkan bahwa planet kita tidak akan mampu memberi makan.

Di masa Perang Dingin antara Barat dan Timur, Lester R Brown, seorang pegawai Departemen Pertanian AS, dalam tulisannya mengkhawatirkan, meskipun negara berkategori belum dan sedang berkembang melipatgandakan produksi pangannya tahun 2000, mereka tetap tak mampu memberi makan rakyatnya. Kini jumlah penduduk bumi 6,7 miliar, tapi tampaknya planet bumi masih mampu memberi makan. Sepertinya dugaan Malthus meleset.

Namun apakah kekeliruan Malthus atau kebenaran Brown masih akan berlaku untuk masa-masa mendatang? Pertanyaan itu amat relevan dengan tema Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober 2009: Achieving Food Securityin TimesofCrisis.Pertumbuhan populasi masih tinggi dan harapan hidup semakin baik.Tahun 1914, penduduk dunia baru 1,6 miliar dan diramalkan tahun 2025 akan menjadi 8,5 miliar.Tiap dekade tambah 1 miliar.Tahun 1900,bayi laki-laki bisa hidup sampai usia 46 tahun dan bayi perempuan 48 tahun.

Sekarang, karena kemajuan ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan yang prima, dan kualitas makanan yang kian baik, harapan hidup manusia menembus angka 70 tahun. Di sisi lain, luas lahan pertanian kian sempit karena terdesak oleh keperluan nonpertanian. Bagaimana terus meningkatkan produksi pangan di saat pestisida mencemari sungai, danau, dan air tanah? Bagaimana menggenjot produksi pada saat erosi genetika demikian intensif, salinitas mencemari sawah, dan hanya tersedia sedikit air irigasi?

Kenaikan harga minyak fosil, pergeseran permintaan konsumsi biji-bijian di China dan India yang besar, konversi pangan ke bahan bakar (biofuel) di negara maju, dan spekulasi membuat produksi kian sulit. Belum lagi penyimpangan cuaca akibat pemanasan global yang membuat usaha tani kian sulit dikendalikan. Masih sanggupkah memberi makan?

Sejumlah pihak yang menelisik sebab-sebab kenaikan harga pangan setidaknya menemukan halhal berikut: kenaikan harga pangan yang tinggi bukan cuma karena suplai dan stok pangan dunia yang menyusut, gagal panen di negara-negara produsen pangan utama, kenaikan harga minyak fosil dan iklim yang makin sulit diantisipasi, tetapi juga akibat pergeseran permintaan: konsumsi bijibijian di China dan India yang makin besar, konversi pangan ke bahan bakar (biofuel) di negara maju, dan spekulasi.

Secara global, suplai pangan sebetulnya cukup memberi makan dua kali jumlah manusia saat ini. Namun, pangan yang melimpah tidak mengalir pada yang memerlukan, tapi menuju mereka yang berduit. Akibat kemiskinan, konsumen di negara-negara miskin tidak bisa mengakses pangan. Maka, kelaparan dalam berbagai manifestasinya meruyak di negara-negara miskin. Tiap tujuh detik seorang anak usia di bawah 10 tahun mati kelaparan dan 1,02 miliar manusia secara permanen menderita kekurangan gizi parah.

Ini merupakan masalah global yang pelik dan bakal menjadi ancaman pencapaian target Millennium Development Goals: mengurangi kemiskinan 50 persen pada 2015. Tuhan telah merahmati dunia dengan aneka pangan: aneka tanaman dan hewan. Namun, akibat desain globalisasi yang dipromosikan negara maju, pangan kian mengarah pada penyeragaman. Meski sedikitnya ada 3.000 spesies tumbuhan telah dipergunakan untuk keperluan pangan, saat ini hanya 16 tanaman pangan utama yang dibudidayakan untuk pangan (Thrupp, 1998).

Di bawah pendiktean perusahaan transnasional (TNCs), budi daya pertanian global hanya bertumpu pada segelintir biji-bijian,terutama gandum,beras, dan jagung. Kacang pun hanya kedelai dan kacang tanah, bukan kecipir yang lebih unggul (tahan kering dan totally edible) dan banyak tersebar di negara berkembang.

Kalau kemudian hanya segelintir negara-negara maju jadi eksportir pangan utama, itu lumrah karena pangan terkonsentrasi di sana. Rentang 1997 – 2003, negaranegara maju memiliki rasio swasembada (surplus pangan) yang tinggi dengan komoditas yang kian beragam. Misalnya, rasio swasembada serealia Prancis 2,38; Kanada 1,94; USA 1,46; Inggris 1,17; Jerman 1,13; dan Italia 1,12. Cakupan serealia tak terbatas pada komoditas konvensional seperti barley, sorgum, gandum, dan jagung, tapi juga beras.

Italia dan AS dengan surplus pangan serealia yang besar juga memproduksi beras. Jepang sebagai negara net-importir beras juga memiliki tingkat swasembada beras yang relatif tinggi. Swasembada negara-negara maju itu dicapai dengan tingkat proteksi dan subsidi yang sangat tinggi. Misalnya, 80 persen pendapatan petani padi OECD berasal dari subsidi. Proteksi di Uni Eropa (UE) tahun 2000 mencapai 34 persen. Artinya, tiap USD100 nilai output yang diterima petani produsen di UE, USD34 merupakan transfer pendapatan (proteksi) dalam berbagai bentuk.

Selain di UE,proteksi tinggi terjadi di Korsel (73 persen), Norwegia (66 persen) dan Jepang (64 persen).Komoditas yang diproteksi tinggi: beras (5,43), gula (2,04), dan susu (1,85). Artinya, harga susu 1,85,gula 2,04,dan beras 5,43 dari harga paritasnya. Akibat proteksi dan subsidi yang luar biasa besar itulah negaranegara maju memiliki surplus pangan, yang pada gilirannya surplus tersebut dilepas ke pasar dengan harga dumping. Bagi negara net importer pangan, ini menguntungkan.

Namun bagi negara-negara berkembang yang mengembangkan komoditas sejenis, ia terkena pukulan ganda. Pertama, karena harga pangan impor murah, produksi petani domestik dinilai tidak kompetitif. Muncullah jalan pintas: impor saja. Padahal, poin kedua, pangan tersebut pada hakikatnya komoditas substitusi impor yang jadi sumber devisa, gantungan hidup petani dan jutaan tenaga kerja. Lantaran bias kepentingan negara maju, WTO tidak pernah menyentuh praktik unfair ini. Karenanya, pertanyaan masih sanggupkah memberi makan relevan ditujukan pada negara-negara pengembang komoditas sejenis seperti Indonesia.

Saat ini, Indonesia termasuk negara berketahanan pangan rendah dan mengimpor 5 – 10 persen dari total kebutuhan pangannya. Beras dan jagung memang naik, tapi impor enam pangan nonberas (gandum, kedelai, daging dan telur ayam ras, daging sapi, dan susu) sudah masuk kategori kritis.Untuk mencegah busung lapar dan sanggup memberi makan penduduk yang tahun 2035 diprediksi mencapai 400 juta jiwa, menggenjot investasi ke pertanian jadi salah satu jawabannya. Investasi di pertanian dan perdesaan terbukti jadi mesin penggerak pembangunan.

Saat investasi asing lesu,komitmen negara donor dan negara maju dalam membantu negara miskin mengendur, menggali investasi domestik harus digenjot. Investasi mesti difokuskan pada perbaikan kualitas lahan dan infrastruktur perdesaan, riset input (bibit, pupuk, pestisida) pertanian, teknologi pengolahan dan pascapanen, serta membangun kelembagaan (perdesaan dan pasar) yang adil bagi petani.

Kelaparan, Kelaparan kini, Kelaparan terkini, Kelaparan terbaru, Kelaparan baru, Kelaparan Kelaparan, gambar Kelaparan, foto Kelaparan, video Kelaparan, biodata Kelaparan, biografi Kelaparan, sejarah Kelaparan, web Kelaparan, Kelaparanta terkini, Kelaparanta terbaru, Kelaparanta penting, Kelaparanta dunia, Kelaparanta Kelaparania, Kelaparanta malaysia, Kelaparanta melayu, Kelaparanta indon, Kelaparanta indonesia, Kelaparanta kl, Kelaparanta tv, Kelaparanta Kelaparanan, Kelaparanta gay, Kelaparanta artis, Kelaparanta hiburan, Kelaparanta sukan, Kelaparanta ekonomi, Kelaparanta sains, Kelaparanta teknologi, Kelaparanta kesihatan, Kelaparanta sejarah, Kelaparanta politik, Kelaparanta bf1, dunia, Kelaparania, malaysia, melayu, indon, indonesia, foto, gambar, terkini, web, Dolaran, baru, macam-macam, Bf-1